Digarap PT PAL, KRI Kerambit-627 perkuat ketahanan TNI AL dalam menjaga teritorial RI

Kamis, 25 Juli 2019 | 22:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PAL Indonesia kembali melakukan penyerahan satu unit Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter "Kerambit- 627" kepada TNI Angkatan Laut. Kapal karya anak bangsa ini akan memperkuat TNI AL sebagai kemampuan utama dalam sistem ketahanan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa.

Serah terima kapal KCR Kerambit dilakukan oleh Direktur Utama PT. PAL Indonesia Budiman Saleh dan diterima langsung oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, di Dermaga Ujung Surabaya, Kamis (25/7/2019). KCR Kerambit adalah kapal KCR 60 ke empat setelah sebelumnya tiga unit KCR 60 telah diserahterimakan, yaitu KRI Sampari-628, KRI Tombak-629 dan KRI Halasan-630.

Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh mengatakan, KRI Kerambit 627 memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter, dan berat 4,67 ton. Kapal tersebut memiliki kecepatan maksimal 28 knots, dengan kecepatan jelajah 20 knots, serta mampu berlayar dengan endurance selama 4-5 hari. 

Kapal ini memiliki fungsi pokok sebagai peperangan anti kapal permukaan dan offshore patrol di perairan teritorial hingga zona ekonomi eksklusif. KCR Kerambit ini juga memiliki fungsi tambahan untuk melakukan aktivitas pengintaian serta search and rescue (SAR).

"Pembangunan kapal KCR 60 meter Kerambit ini terdiri atas dua tahap kontrak. Yaitu tahap pertama adalah kontrak platform yang telah kami selesaikan 100 persen pengerjaannya pada 13 Juli 2018. Tahap kedua adalah kontrak pengembangan plafon yang sesaat lagi akan kami serah terimakan dengan penyelesaian tepat waktu," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa KCR Kerambit, dibangun melalui empat starting point  dengan pendekatan sistem modular yang dibangun oleh PT PAL, dan didukung empat BUMN, serta 62 BUMS dan vendor luar negeri. Persentase komponen dalam negeri untuk pembuatan kapal ini sebesar 35,83 persen, dan luar negeri 64,17 persen. "KCR Kerambit merupakan pengembangan dari jenis kapal yang terdahulu dan telah disesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa pembangunan kapal KCR Kerambit merupakan bagian dari pengembangan industri pertahanan nasional menuju kemandirian. Selain itu juga sebagai bagian integral dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI guna memperkuat ketahanan negara dalam mengantisipasi dinamika berbagai dimensi ancaman yang berpotensi mengganggu stabilitas keutuhan bangsa Indonesia.

"Era globalisasi baru sarat dengan persaingan antar bangsa. Untuk Itu, kita harus ubah mindset dari bangsa konsumtif menjadi bangsa produsen kalau ingin bangsa ini maju di masa yang akan datang," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: