Jaga inflasi tetap stabil, bos BI punya tiga jurus ini

Kamis, 25 Juli 2019 | 18:09 WIB ET
Gubernur BI Perry Warjiyo
Gubernur BI Perry Warjiyo

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berupaya untuk menjaga agar laju inflasi di level 3% seperti yang sudah terjaga sejak tahun 2015. Bank Indonesia (BI) pun menyiapkan strategi menggapai target itu.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, setidaknya ada tiga cara dalam mengendalikan inflasi agar tetap stabil dan rendah. Langkah pertama adalah diperlukannya sinergi berbagai pihak untuk memastikan inflasi bisa tetap rendah.

Beberapa instansi yang harus terlibat adalah dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Lalu ada juga Bank Indonesia (BI), Otoiritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Kepolisian Republik Indonesia.

Khusus untuk Pemerintah Daerah, Perry meminta untuk selalu memberikan inovasi dan juga terobosan terbaru untuk mengendalikan inflasi. Hal tersebut sudah terbukti pada tahun-tahun sebelumnya yang mana angka inflasi Indonesia selalu berada di angka 3,5% plus minus 1%.

"Kepada seluruh gubernur dan bupati dan walikota dari seluruh Indonesia pada hari ini kami meyakini dan para gubernur dan wali kota merupakan pilar penting di seluruh Indonesia dengan sinergi yang kuat dan pemda dengan berbagai inovasi inflasi kunci sukses dalam menjaga sinergi ini jadi kunci tahun 2015 berhasil dikendalikan dari tingkat rendah dan double digit," ujarnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Menurut Perry, sinergi ini harus mencakup kepada aspek 4K. Adapun K pertama adalah bagaimana seluruh pihak harus bisa memastikan keterjangkauan harga.

Keterjangkauan harga harus diikuti dengan ketersediaan pasokan. Tentunya untuk mendapatkan pasokan dan harga yang terjangkau, diperlukan kelancaran dalam hal distribusi. Untuk memastikan distribusi lancar, diperlukan koordinasi yang baik.

"Sinergi 4K keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan koordinasi komunikasi yang efektif. Sinergi di dalam memperkuat infrastruktur dalam setiap aspek khususnya infrastruktur dan kelancaran distribusi pangan yang memang masih perlu kita tingkatkan khususnya di wilayah luar Jawa," jelasnya.

Langkah kedua yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia adalah dengan melakukan adaptasi dan inovasi. Karena saat ini teknologi sudah sangat canggih, maka inovasi digital, dari produksi hingga pemasaran bisa memudahkan distribusi akan dicoba dilakukan.

Pasalnya dalam pengendalian inflasi di berbagai daerah sudah terjadi inovasi dalam penggunaan teknologi digital dalam pengendalian inflasi dari tiap mata rantai proses pengendalian inflasi dari hulu sampai hilir. inovasi penggunaan teknologi di berbagai daerah bisa replikasi sehingga jadi inovasi berskala nasional.

“Itu yang menjadi kunci eksekusi pengendalian inflasi ke depan. dengan inovasi di IT ini, mata rantai dari petani sampai konsumen bisa dipendekkan sehingga manfaat lebih banyak dari nilai tambah akan ke petani bukan pedagang," kata Perry

Sedangkan yang terakhir adalah terbukanya ruang untuk inovasi dalam model bisnis kerjasama perdagangan antar daerah. Salah satunya satu daerah ke daerah lain, pedagang antar daerah mulai tumbuh dan ini bisa diperluas ke daerah lain dengan optimalkan lembaga ekonomi di pedesaan maupun usaha milik daerah.

"Melalui tiga hal tersebut, kami yakin bahwa tim pengendali dari pusat dan daerah semakin kokoh. kami yakin juga kalau terus kita lakukan, sasaran inflasi 3,5% dan tahun depan 3,5% dan mulai 2020 3% dan bisa tercapai dan akan mengangkat kesejahteraan masyarakat. itu kontribusi penting," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: