BUMN RI bakal garap proyek kereta dan tambang emas di Afrika

Kamis, 25 Juli 2019 | 07:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Indonesia bersama Afrika tengah intens melakukan kerja sama terkait pembangunan infrastruktur dan proyek strategis.

Dalam pertemuan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAD) 2019 di Bali, 20-21 Agustus mendatang diantaranya bakal dimatangkan rencana Badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia untuk menggarap sejumlah proyek infrastruktur di Afrika. 

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan, beberapa proyek yang akan dibidik adalah proyek kereta api dan tambang.

"Jadi pertama mengenai (BUMN) kita di Sudan sama di Madagaskar. Madagaskar itu kereta api, kemudian di Sudan itu tambang," kata dia ditemui di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Tambang tersebut adalah tambang chrome, emas, dan jenis produk tambang lainnya. Berikutnya adalah rencana PT GMF AeroAsia Tbk yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Mereka mau menambah investasi di negara Afrika, yaitu fasilitas pemeliharaan pesawat.

"Jadi ada beberapa. GMF sudah ada di Nigeria. Nanti akan bikin baru lagi," sebutnya.

Lanjut Fajar, secara total ada kurang lebih 6 hingga 7 proyek yang akan dikerjasamakan dengan Afrika terkait infrastruktur ini. Dia belum bisa menjelaskan secara terperinci termasuk nilai kerja samanya. Seperti apa pastinya akan ketahuan di acara IAD 2019 di Bali.

"Macam-macam aku nggak tahu, nanti persiapan dulu, masih diomongin. Nanti akan diberesin. Nanti yang jelas untuk di Bali, nah sudah pasti (hasilnya)," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: