Serap hasil produksi petani, PT Garam butuh tambahan gudang

Senin, 22 Juli 2019 | 06:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Garam (Persero) berkomitmen untuk menyerap garam petani. Meski begitu, PT Garam mengaku masih membutuhkan tambahan gudang lantaran kapasitas penyimpanan gudangnya yang semakin terbatas.

Direktur Operasi PT Garam Hartono mengatakan, kapasitas gudang PT Garam saat ini sekitar 450.000 ton. Saat ini gudang-gudang tersebut pun berisi 120.000 ton garam yang diserap dari petani garam tahun lalu, garam yang diproduksi oleh PT Garam yang belum terjual, dan titipan garam yang belum diambil pembeli karena gudang mereka yang juga penuh.

"Belum lagi persiapan untuk menampung produksi kami tahun ini yang diprediksi mencapai 450.000 ton, sehingga kami mencoba mempersiapkan gudang terbuka juga untuk antisipasi," tutur Hartono, Minggu (21/7/2019).

Selain tambahan gudang, Hartono pun mengatakan, pihaknya membutuhkan tambahan untuk menyerap garam petani.Ini bertujuan supaya harga garam di tingkat petani tidak semakin jatuh. Meski begitu, PT Garam juga mengimbau agar petani turut memproduksi garam dengan kualitas I sehingga bisa bersaing dengan impor.

Hartono mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih memiliki sisa dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 28 miliar. Dia mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan dana tersebut untuk menyerap garam petani dan menggunakan dana tambahan dari modal perusahaan sebagai dana tambahan.

Hartono berpendapat, supaya harga garam stabil, dibutuhkan penetapan harga eceran tertinggi (HET) garam. Menurutnya, PT Garam tidak akan keberatan meski harga penyerapannya menjadi lebih tinggi nantinya.

"Tidak masalah karena tujuannya untuk kesejahteraan rakyat. Kami di tahun 2018 juga sudah melakukan penyerapan dengan harga rata-rata bisa Rp 1,3 juta per ton, dan tahun ini harga rata-rata kita Rp 1,05 juta per ton," terang Hartono.

Meski sudah menyerap garam di atas harga pasar saat ini, Hartono mengakui PT Garam masih menghadapi berbagai keterbatasan sehingga harga garam di tingkat petani masih tetap anjlok. kbc10

Bagikan artikel ini: