Kadin: RI tak banyak petik manfaat dari perang dagang AS-China

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani membeberkan penyebab Indonesia tidak banyak menikmati dampak positif perang dagang Amerika Serikat (AS)-China. Salah satunya karena kepastian hukum dan pertanahan Indonesia yang tidak lebih baik dibanding negara tetangga seperti Vietnam.

"Beberapa pemberitaan menunjukkan kita tidak menikmati kue dari perang dagang ini seperti Vietnam. Padahal EoDB (ease of doing business) kita membaik. Tapi mungkin kepastian di Vietnam lebih jelas baik dari sisi hukum dan tanah," ujar Rosan di Jakarta, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Saat perang dagang tengah memanas beberapa waktu lalu, Vietnam menjadi salah satu negara tujuan investasi yang memikat produsen asal China. Sayangnya, kondisi yang sama tidak dinikmati oleh Indonesia.

Rosan melanjutkan beberapa isu yang harus diperbaiki Indonesia adalah terkait penegakan kontrak dan perizinan konstruksi. Sebab, peringkat EoDB versi Bank Dunia menunjukkan, indikator penegakan kontrak Indonesia turun dari peringkat 145 ke 146.

Sementara itu, sistem perizinan konstruksi dari 108 turun ke posisi 112, perlindungan investor minoritas dari 43 mundur ke posisi 51. Selain itu perdagangan lintas batas juga merosot dari posisi 112 ke posisi 116. "EoDB kita isunya adalah enforcing dan issuing contract itu isu yang paling berat," kata Rosan.

Rosan menambahkan meski kebijakan perekonomian telah mengarah ke arah yang lebih baik, namun masih perlu untuk terus diperbaiki. "Kita suka semuanya pasti dan terukur dan itu yang masih agak kurang dari kita. Kebijakan-kebijakan fiskal terkoordinasi dengan baik. Ekonomi kita sudah going in the right direction. Tapi mungkin kecepatannya yang harus ditambah," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa dampak perang dagang Amerika Serikat-China terhadap perekonomian negara di dunia berbeda-beda, tergantung seberapa besar hubungan dagang suatu negara terhadap negara tersebut. Dampak terhadap Indonesia sendiri sangat minim.kbc11

Bagikan artikel ini: