Kemenpar pacu kemampuan pemandu selam Manado dengan pelatihan khusus

Rabu, 17 Juli 2019 | 07:07 WIB ET

JAKARTA - Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Politeknik Negeri Manado, menggelar pelatihan khusus untuk pemandu wisata selam. Program bertajuk Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Bagi Pemandu Wisata Selam, berlangsung 10-13 Juli 2019. Materi yang diberikan adalah Pelatihan Selam Rescue Diver Standar PADI.

Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ratna Suranti mengatakan, pelatihan yang digelar di Kampus Politeknik Negeri Manado, mutlak dilakukan. Karena dengan pelatihan ini pemandu wisata dapat memiliki kompetensi dan skill yang handal dalam Rescue Diver dan P3K.

“Pelatihan ini merupakan program Kemenpar yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia lokal, secara khusus pelaku usaha wisata,” kata Ratna Suranti.

Menurut Ratna, pelatihan bagi para pemandu selam ini juga bertujuan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam kepariwisataan. Selain juga untuk meningkatkan kemampuan  pemandu selam, sehingga bisa melayani wisatawan dengan baik.

"Kami berharap masyarakat lokal pemandu selam yang mengikuti pelatihan ini mengikutinya dengan baik hingga selesai. Dengan demikian ilmu yang didapat bermanfaat dalam bekerja," ujarnya.

Program kali ini diikuti oleh sekitar 25 orang. Mereka terdiri dari utusan Dive Resort, mahasiswa, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Ikatan Sarjana Kelautan Unsrat (ISKU), serta organisasi selam lainnya. 

Hadir dalam pelaksanaan program, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerja sama Politeknik Negeri Manado, Mary Soesilo.

Di tempat yang sama, Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata / Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Indroyono Soesilo mengatakan, SDM lokal harus terus ditingkatkan. Karena para pemandu ini merupakan ujung tombak pelayanan bagi wisatawan.

Selain itu, dengan SDM yang handal maka masyarakat dapat mengelola sumber alam Manado yang begitu luar biasa agar tetap berkelanjutan. Imbasnya tentu memberikan manfaat ekonomi untuk peningkatan taraf hidup.

"Kami berharap masyarakat lokal pemandu selama yang mengikuti pelatihan ini dapat mengaplikasikan ilmunya untuk membuat nyaman wisatawan," ujarnya.

Indroyono menambahkan, pelatihan ini juga didasari wisatawan mancanegara yang datang ke Manado.

"Wisman terbesar yang datang ke Manado berasal dari Tiongkok. Dan sebagian besar senang snorkeling dan menyelam di Taman Nasional Bunaken," paparnya. 

Menurutnya, Manado adalah destinasi selam unggulan Dunia. Pada peringatan HUT RI ke 64 di Manado, tepatnya 17 Agustus 2009, sebuah rekor versi Guinness World Record terpecahkan di sana. Yaitu penyelam terbanyak di Dunia, sebanyak 2486 penyelam. 

“Rencananya, pemecahan World Record menyelam akan dilakukan lagi, tepatnya pada 3 Agustus 2019. Dengan target  jumlah penyelam mencapai 3000 orang,” papar Indroyono.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun ikut angkat suara. Sulawesi Utara sebagai The Rising Destination Of The Year 2019 memang harus diperkuat dengan berbagai program yang optimal. Dengan itu dapat dipastikan pariwisata Sulawesi Utara akan semakin bersinar dengan dukungan SDM yang mumpuni.

"Apalagi wisata bahari yang merupakan kekuatan pariwisata Sulawesi Utara, itu menjadi target utama untuk terus ditingkatkan. Dengan pelatihan ini akan menjadi tambahan suplemen bagi pemandu wisata selam di Sulawesi Utara, khususnya di Manado," ujar mantan Dirut Telkom itu.(***)

Bagikan artikel ini: