BNPB petakan daerah terdampak kekeringan

Selasa, 16 Juli 2019 | 07:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para petani tengah dihantui kekhawatiran gagal panen akibat bencana kekeringan yang melanda sejumlah daerah. Pemerintah terus berupaya mengantisipasi dampak yang terjadi.

Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga turut terlibat dalam mengantisipasi kekeringan yang terjadi. Puncak kemarau panjang tahun ini diprediksi akan terjadi di Agustus dan September 2019. 

Berdasarkan data BNPB telah terdapat 1.963 desa yang berpotensi terdampak kemarau panjang tahun ini. Data tersebut diperoleh BNPB hingga 15 Juli 2019 kemarin.

"Itu berada di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT)," ujar Kepala BNPB Doni Monardo usai rapat di Kantor Presiden, Senin (15/7).

Doni mengatakan, pihaknya telah menerima permohonan dari sejumlah kepada daerah untuk melakukan hujan buatan. Sambil mendata daerah-daerah yang terdampak, Doni juga menegaskan, kalau pihaknya telah melakuakn antisipasi dengan bantuan sejumlah lembaga. 

Berdasarkan predikai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kekeringan akan dialami Indonesia pada kemarau kali ini. Puncaknya akan terjadi pada bulan Agustus hingga September.

"Namun, berjalannya waktu jadi Oktober, November, Desember bukan berarti sudah selesai, bergerak ke arah utara," terang Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Antisipasi diperlukan dalam menghadapi musim kemarau kering. Pasalnya ketersediaan air akan mengalami defisit terutama di sepanjang Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Timur, sampai Papua. kbc10

Bagikan artikel ini: