Penggabungan batasan rokok sigaret putih dan kretek bakal dongkrak penerimaan cukai

Rabu, 10 Juli 2019 | 08:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Keuangan (Kemkeu) bakal melakukan simulasi penggabungan batasan produksi rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) menjadi tiga miliar batang.

Saat ini, masih ada pabrikan besar asing SPM dan SKM yang dinilai menghindar pembayaran cukai yang lebih tinggi dengan cara menjaga produksinya di bawah tiga miliar batang, yang merupakan ambang batas penetapan tarif cukai tertinggi. 

Jika benar langkah pemerintah akan terealisasi. 

Pengamat Pajak DDTC Bawono Kristiaji mengatakan, jika langkah pemerintah tersebut terwujud, sesuai dengan roadmap simplifikasi-nya, estimasi penerimaan cukai rokok bisa bertambah sekitar Rp 4 triliun hingga Rp 6 triliun.

Namun demikian, Bawono bilang, rencana pemerintah menaikkan cukai rokok pada 2020 perlu pertimbangan yang lebih matang. Karena mengingat adanya kebutuhan pengendalian konsumsi tembakau. 

Dia menegaskan, kenaikan cukai rokok perlu ditinjau soal dampak bagi penerimaan negara serta pertumbuhan industri rokok. “Intinya perlu diseimbangkan,” kata Bawono, Selasa (9/7/2019). 

Sementara itu, jika diakumulasi antara produksi SKM dan SPM, jumlah produksi pabrikan besar asing ini jauh melampaui tiga miliar batang. Celah ini yang membuat pabrikan besar asing menikmati tarif cukai yang lebih rendah sehingga berimbas kepada harga rokok yang lebih murah.

Terkait hal ini, Bawono kembali menekankan harus ada pertimbangan yang lebih matang agak tidak terjadi kesenjangan. kbc10

Bagikan artikel ini: