Buat ibu kota baru, BPH Migas: Potensi kebutuhan gas 1.222,92 MMSCFD

Kamis, 4 Juli 2019 | 22:48 WIB ET

SERPONG, kabarbisnis.com: Rencana besar Presiden Joko Widodo memindahkan Ibu Kota Jakarta ke Kalimantan akan dibarengi dengan keinginan mewujudkan Green Energy (ramah lingkungan). Atas hal itu, Badan Pengatur Hilir (BPH Migas)  menghitung adanya potensi kebutuhan gas bumi sebesar 1.222, 92 million standard cubic feet per day (MMSCFD). 

Kepala Badan Pengatur Hilir (Bph Migas) M.Fanshurullah Asa mengatakan guna mewujudkan Green Energy itu diwujudkan dengan mengalihkan kebutuhan listrik dari batu bara dan disel.  Fanshurullah menguraikan kebutuhan gas bumi  terbesar berasal pembangunan satu kawasan industri yakni sebesar 530 MMSCFD. Perhitungan terebut dengan asumsi kebutuhan listrik mencapai 2.650 MW.

Kebutuhan gas terbesar berasal sektor pembangkit listrik  sebesar 528,6 MMSCFD yakni dengan asumsi proyek Rencana Umum Pembangkit Tenaga Listrik sebesar 2.603 MW. Kemudian jaringan gas rumah tangga dengan asumsi seluruh rumah tangga di Kalimantan sebanyak 3.974,800 maka diubutuhkan gas sebanyak 101 MMSCFD.

“Potensi  kebutuhan gas di Ibu Kota baru dengan asumsi penduduk sebanyak 2 juta jiwa maka diperlukan 46,3 MMSCFD. Adapun dari 34 kantor kementerian yang dipindahkan ke Ibu Kota membutuhkan gas sebanyak 17,02 MMSCD,” ujar Fanshurullah kepada wartawan di sela Focus Group Discussion (FGD) Pemenuhan Kebutuhan Energi di Kalimantan Dalam Rangka Pemindahan Ibu Kota Republik Indonesia, di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (4/7/2019).

Merujuk Neraca Gas Bumi Indonesia 2018-2017 , sambung Fanshurullah diperkirakan mengalami surplus pasokan dan selama ini sebagian besar diolah menjadi LNG yang didistribusikan guna mgemenuhi komitmen LNG domestik dan ekspor.Diakui  kondisi surplus gas ini belum dapat dioptimalkan di Kalimantan untuk penggunaan transportasi, pelanggan kecil, lifting minyak , industri pupuk dan industri berbasis gas bumi.

Fanshurullah menambahkan guna mendukung pemenuhan kebutuhan serta pemanfaatan potensi pasokan gas di Kalimantan diperlukan pembangunan  Gas Bumi Trans Kalimantan sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional.Atas hal tersebut pemerintah telah merencanakan pembangunan jalur Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan dari Bontang menuju Banjarmasin, Palangkaraya, Pontianak sepanjang 2.019 km. 

Menurutnya sumber gas diantaranya diangkut dari Bontang.Selain itu, pihaknya bersama Kementerian Perindustrian juga memetakan potensi investasi dari permintaan industri di sepanjang Kalimantan yang menggunakan energi gas.

Adapun pengembangan pasokan gas bumi di Kalimantan pada  2024 masih amat besar. Diperkirakan mencapai 2.609,49 MMSCFD, (terdiri dari yang sudah aktif 1.388,09 MMSCFD, proyek yang sedang berjalan 26,91 MMSCFD dan 2 project hulu yang akan first gas in dari IDD dan ENI sebesar 1.218,20 MMSCFD).

BPH Migas, sambung  Fanshurullah juga memetakan juga terdapat potensi kelebihan pasokan gas bumi sebanyak 40 kargo LNG hingga tahun 2025 yang belum ada pembelinya.Jumlahnya mencapai 319,9 MMSCFD atau setara 1.599,5 MW yang berasal dari dua fasilitas gas utama Indonesia yakni LNG Tangguh dan Bontang.”Jadi ini mencukupi semua,” tutupnya kbc11

Bagikan artikel ini: