Pemerintah tunjuk BULOG jadi koordinator suplai BPNT

Kamis, 4 Juli 2019 | 22:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ancaman Dirut Perum BULOG Budi Waseso (Buwas) yang akan mengundurkan diri apabila pendistribusian  Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terus memarginalkan peran lembaganya membuahkan hasil. Kini,  Kementerian Sosial (Kemensos)  memutuskan perusahaan plat merah ini menjadi koordinator yang memasok beras bagi BPNT.

"Nanti semuanya dikoordinasi dari manajer suplai itu, nanti manajer suplai itu yang mengoordinasikan di lapangan dan nanti akan kami tunjuk BULOG," ujar Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita usai membuka Rapat Koordinasi BPNT di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Agus mengakui pemerintah mendorong BULOG guna menyalurkan beras ke orong untuk 100% menyalurkan beras ke elektronik warung gotong royong (e-Warong). "Kami percaya BULOG mampu menyuplai beras dengan kualitas baik sehingga kepentingan pelayanan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) juga tetap terjaga," kata Agus.    

Sebagai manajer suplai, BULOG  akan mengoordinasikan distribusi beras untuk e-Warong di daerah-daerah. Selain itu BULOG juga dapat  menggandeng perusahaan lokal untuk mendukung pelaksanaan tugasnya. 

Menanggapi hal ini, Dirut Perum BULOG Buwas  mengatakan penunjukan sebagai manajer suplai Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) membuat peran institusinya menjadi jelas."Kalau umpamanya tidak diberi peran, berarti sudah tidak ada BULOG. Kita bukan bicara keuntungan, tapi yang paling penting bagaimana peran kita menjadikan program pemerintah bisa terlaksana.

Swasta juga kita rangkul, kita akomodasi karena tidak bisa mutlak 100%, yang penting adalah peran dari pemerintah ini, dalam hal ini BULOG . Kita bisa menjamin kualitas, ketersediaannya, jaminannya kepada masyarakat penerima bansos pangan," katanya.    

Tahun ini,tadinya BULOG ditugaskan untuk menyiapkan stok 700.000 ton beras untuk memasok program BPNT periode Juni-Desember 2019. BPNT merupakan bantuan sosial menggunakan sistem kartu khusus yang bisa didapatkan Kelompok Penerima Manfaat sebanyak 100.000 untuk digunakan membeli beras dan telur.

Padahal, sebelumnya pemerintah menugaskan BULOG menyalurkan Raskin dan kemudian berganti nama menjadi Rasta sejak 2015. Pada tahun sebelumnya, BULOG menyalurkan Raskin  hingga 3,43 juta ton untuk 15,5 juta kepala keluarga (KK). 

Hal inilah yang membuat mantan Kabareskrim ini meradang. Buwas menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya apabila Kemensos mampu menjalankan BPNT tanpa institusinya."Kalau dia bisa ambil alih BPNT 100%, saya mundur dari jabatan Dirut BULOG. Kalau sudah bisa menyalurkan bantuan sendiri, artinya mereka sudah hebat. Saya tidak perlu lagi ada di BULOG," tegas Buwas. 

Buwas menilai adalah keputusan keliru apabila penyaluran BPNT sebagian besar porsinya justru diserahkan ke pasar. Hasil pembahasan rapat koordinasi lintas kementerian terakhir, diperoleh informasi program bansos tersebut sebesar 70% dibuka luas kepada pemasok yang sanggup mendistribusikan.

Adapun, 30 % yang merupakan perluasan wilayah bansos , sekitar 70% pasar barulah diberikan kepada BULOG. “Jadi khusus wilayah daerah daerah remote ( pegunungan dan pulau terluar red), hanya BULOG yang mengisi,” ujar Buwas 

Buwas menambahkan penugasan kepada BULOG untuk menyalurkan di daerah yang memilki topografi sulit dijangkau itu membutuhkan biaya besar. Sementara dengan harga beras yang akan didistribusikan tidaklah sebanding.

"Kami diminta salurkan di daerah perluasan. Itu sih gila saja. Daerahnya yang di ujung-ujung Papua. Itu yang ditugaskan kepada BULOG . Daerah yang mudah, mereka ambil. Yang sulit dilempar ke Bulog. kalau mereka mampu ya ambil saja 100%," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: