Pasar masih lesu, Kedaung Indah Can bidik pertumbuhan penjualan 15%

Sabtu, 29 Juni 2019 | 06:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emiten produsen peralatan rumah tangga PT Kedaung Indah Can (KICI) menargetkan penjualan perseroan sepanjang tahun 2019 ini tumbuh 15%, sementara target laba naik 10%.

"Target menyesuaikan dengan kondisi perekonomian dan tantangan yang dihadapi perusahaan," jelas Direktur PT Kedaung Indah Can (KICI) Hadi Muliyono pada pemaparan publik, Jumat (18/6/2019). 

Pasar domestik maupun global di tahun 2019 ini sedikit berat. Hadi melihat, daya beli pasar domestik diproyeksikan cenderung menurun karena tahun politik. Sementara itu, perusahaan melihat pasar yang mulai bergeser ke arah digital. 

Tidak hanya pasar domestik, pasar ekspor pun masih akan terpengaruh oleh perang dagang antara Amerika dan China.   

Sepanjang kuartal I 2019 KICI mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 25,37 miliar, naik 24,3%  yoy dari penjualan sebelumnya yang sebesar Rp 20,40 miliar. Adapun penjualan tersebut lebih banyak disumbangkan oleh pasar lokal dibandingkan ekspor, masing-masing sebesar 87,74% dan 12,25%. 

Sementara itu, jika dilihat dari produknya, penjualan masih disokong oleh penjualan produk enamel sebesar Rp 14,33 miliar atau setara 56,48% dari total penjualan kuartal I 2019. Di sisi lain, penjualan produk kaleng berkontribusi sebesar Rp 43,51%%. 

Hadi menyadari pertumbuhan penjualan 15% dan laba 20% bukanlah target yang agresif. Target ini berkaca pada kondisi pasar di 2019 dan kinerja perusahaan sepanjang 2018 yang kurang terhitung berat.

Berdasarkan laporan keuangan KICI tahun 2018, perusahaan mencatatkan penjualan bersih bersih sebesar Rp 86.92 miliar turun 23,35% dari tahun sebelumnya. Penurunan penjualan ini diikuti oleh laba bruto yang turun 35,23% yoy menjadi Rp 18,80 miliar. 

Adapun perusahaan menutup tahun 2018 dengan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar  Rp 873,74 juta, padahal tahun 2017 perusahaan laba Rp 7,94 miliar.

Sekadar informasi, kondisi merugi masih dirasakan perusahaan hingga kuartal I 2019. Tercatat, KICI merugi hingga Rp 478,03 juta, padahal di kuartal I 2018 perusahaan mencatatkan laba hingga Rp 233,72 juta. kbc10

Bagikan artikel ini: