Ombudsman sarankan BULOG jadi PT, ini alasannya

Kamis, 27 Juni 2019 | 21:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih menyarankan BULOG berganti organisasi menjadi Perseroan Terbatas (PT) dari yang ada saat ini yang berbentuk Perum.

Pasalnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  logistik pangan dinilai tidak lagi efektif menjalankan fungsi sebagai stabilitator harga sembilan bahan pokok (sembako)."Bulog bisa saja ditiadakan untuk jadi perusahaan berupa PT murni, tapi peran stabilator (harga) harus ada," kata Alamsyah di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Ia menduga BULOG malah merugi hingga berpotensi merugikan keuangan negara. Selama ini, komoditas yang sudah dibeli BULOG justru sebagian besar tak distribusikan. Alhasil, komoditas itu malah membusuk di gudang.

Alamsyah berharap BULOG mempunyai  kebijakan yang lebih inovatif dalam menyikapi permasalahan sehingga dapat beradaptasi karena masalahnya cenderung serupa tiap tahun. Salah satunya, stok gudang turun kualitasnya karena tidak dapat dijual.

"Apa stok beras boleh digunakan biar jadi tepung? Jangan sampai Bulog dianggap musnahkan barang negara. Pilihan operasi pasar enggak tepat karena banting harga kalau lagi harga beras lagi enggak tinggi," terang dia.

Dia memprediksi BULOG tidak bisa lagi beroperasi jika tak ada evaluasi dan perbaikan. Khususnya ketika BULOG terlalu banyak menyerap komoditas tapi tak mampu menjualnya."Bisa bangkrut karena pengadaan terus tapi nggak ada output. Di gudang saja. Kalau 2-3 tahun ke depan maka BULOG hancur," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: