Kepada pebisnis Surabaya, Ketum Hipmi Jatim ingatkan agar terus berjejaring

Kamis, 27 Juni 2019 | 17:03 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Kota Surabaya periode 2019 -2022 resmi dilantik hari ini, Kamis (26/6/2019) di Shangri-La Surabaya. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Hipmi Jawa Timur Mufti Anam. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Koordinator Hipmi wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Ali Affandi. Ketua Umum Kadin Surabaya Jamhadi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Pemerintah Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Dalam sambutannya, Mufti Anam berpesan agar pengusaha di Surabaya senantiasa berjejaring dengan seluruh stakeholder dna juga dengan sesama pengusaha yang ada di Hipmi. Karena hanya dengan berjejaring, mereka akan bisa menemukan kemanfaatan dalam berorganisasi

"Saya ingatkan kepada teman-teman bahwa penting untuk berjejaring. Agar bisa mendapatkan kemanfaatan, harus aktif di dalam Hipmi agar bisa berjejaring dengan teman-teman  di Hipmi juga," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Hipmi Cabang Surabaya adalah organisasi pengusaha yang bergengsi di antara Hipmi Cabang lainnya. Karena Surabaya adalah kota yang sangat penting yang kontribusinya cukup besar terhadap perekonomian Jatim. 

"PDRB (Produk Domestik Regional Bruto red.) kota Surabaya di atas rerata Jatim dengan nominal hampir Rp 500 triliun. Kontribusinya 25 persen lebih terhadap PDRB Jatim. Sehingga, ketika PDRB Surabaya turun, maka pasti akan menggoyahkan PDRB Jatim," ujarnya.

Untuk itu, perlu campur tangan Hipmi Surabaya dalam memupuk dan menumbuhkan wirausaha muda. Spirit kewirausahaan perlu terus digelorakan di kota Surabaya. Hal ini menjadi keniscayaan agar ekonomi Surabaya bisa terus terjaga dan semakin baik.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Kadin Surabaya Jamhadi bahwa dalam setiap hari, ada uang sekitar Rp 2 triliun yang berputar di Surabaya. Jika Hipmi Surabaya bisa mengambil porsi 25 persennya saja, maka artinya ada sekitar Rp 500 miliar uang yang bisa diputarkan oleh anggota Hipmi Surabaya dalam setiap hari.

"Beberapa peluang bisa didapatkan melalui sinergi, dengan Pemkot Surabaya misalnya. Mereka bisa bertanya apa saja program yang bisa dikerjasamakan sehingga Hipmi bisa ambil bagian," terangnya. 

Sehingga komitmen Hipmi Surabaya untuk membantu pemerintah kota atasi pengangguran dan kemiskinan hingga pelosok daerah bisa terealisasi. "Ayo kita bantu pemerintah menciptakan lapangan kerja lebih luas. Apalagi Surabaya banyak memiliki kelebihan, salah satunya dengan menjadi smart city," tegas Jamhadi.

Sementara itu, Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi menantang Hipmi Surabaya untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan kota Surabaya, salah satunya dengan meningkatkan kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

"Surabaya akan jadi semakin hebat jika Hipmi jadi bagian dari kota Surabaya. Dan itu pasti bisa. Hipmi bisa ubah Surabaya menjadi lebih smart lagi. Surabaya ada UMKM, ada kawasan Dolly, ada kawasan lainnya. Ini akan berkembang hebat ketika Hipmi menjadi bagian di sana," tegas Eri.

Menanggapi keinginan dari seluruh stakeholder tersebut, Ketua Umum BPC Hipmi Kota Surabaya Muhammad Lutfly menegaskan siap berjuang dan akan berusaha berkiprah lebih baik lagi di masa kepengurusannya.

"Saya berharap Hipmi Surabaya di kepengurusan saya tiga tahun kedepan akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan bisa menekan tingkat pengangguran di kota Surabaya. Saya sudah siapkan tim berdasarkan seleksi, mereka bagian dari panglima perang yang akan bergerak bersama untuk menekan angka pengangguran di kota Surabaya dan lebih meningkatkan kewirausahaan di Surabaya," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: