Kementan perintahkan integrator potong ayam berumur 68 hari

Kamis, 27 Juni 2019 | 15:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Guna mengendalikan suplai ayam broiler yang berlebihan di pasar, Kementerian Pertanian (Kementan) memerintahkan perusahaan pembibitan memotong atau afkir dini parent stock (PS) ayam broiler yang berumur di atas 68 hari. Pemotongan ini diberikan waktu selama dua pekan ke depan.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita menegaskan  upaya-upaya untuk membantu peternak dalam memulihkan harga LiveBirth (LB) terus dilakukan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Hal lanjutan yang akan dilakukan Kementan adalah memastikan pelaksanaan afkir Parent Stock (PS) ayam ras broiler yang berumur di atas 68 hari oleh seluruh pembibit PS ayam ras broiler selama dua minggu. 

Hal ini dimulai sejak kemarin sampai 9 Juli 2019 diikuti Pakta Integritas antara pemerintah dengan perusahaan pembibit PS ayam ras broiler tersebut. "Apabila harga LB masih belum sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan, maka akan dilakukan afkir PS ayam ras broiler berumur 60 hari disertai evaluasi berkala sampai harga LB stabil sesuai acuan," ujar Ketut di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Kementan ,sambung Ketut memintahkan pelaku usaha perunggasan yang telah memenuhi ketentuan Pasal 12 Ayat (1) Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, untuk meningkatkan kapasitas pemotongan di RPHU sampai 30%  dari jumlah produksi LB internal.

"Kita juga akan segera mengeluarkan rencana aksi bersama penanganan ayam ras broiler secara menyeluruh hingga pasca panen yang melibatkan semua pihak terkait. Kita harapkan langkah-langkah strategis tersebut dapat segera mengembalikan harga LB sesuai dengan harga acuan Kemendag," kata dia

Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen PKH mengatakan berdasarkan pantauan petugas PIP hari Selasa 25 Juni 2019, harga rataan per kg LB di Nasional adalah Rp. 20.216 per kilogram (kg), sementara harga rataan di Pulau Jawa ada dikisaran Rp. 11.327/kg.Harga LB di Jateng dan Jatim hanya dikisaran Rp. 8.845 dan Rp 10.736/kg. 

Sementara harga per kg daging ayam di tingkat konsumen di Jawa mencapai rataan Rp 30.808 /kg . Di Jateng dan Jatim sendiri berkisar di harga Rp 29.600/kg dan Rp 25.200/kg. Bahkan berdasarkan data dari Info Pangan pada pantauan pasar di DKI Jakarta harga pada beberapa pasar pantauan Rp 40.000/kg

Jatuhnya harga ayam diperkirakan karena tidak semuanya produksi daging ayam ras terserap di pasar tradisional. Hal ini kemungkinan terjadi karena peternak memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan pasca idul fitri (adanya hajatan dan kegiatan lain), ternyata kondisi demikian tidak terjadi sehingga produk menjadi melimpah. 

Di samping itu perilaku penjualan daging ayam ras broiler dari hampir seluruh pelaku usaha ayam ras broiler masih bermuara di pasar tradisional dalam bentuk hot karkas dan LB sehingga rentan terhadap kelebihan pasokan dan permainan oleh pihak tertentu yang mengakibatkan disparitas harga yg besar antara produsen dan konsumen.Karena itu pemerintah mewajibkan pelaku usaha yang memiliki LB lebih dari 300.000 per minggu memiliki RPHU dan lemari pendingin untuk menampung karkas dari RPHU. 

Sesuai hasil dari beberapa pertemuan perunggasan sebelumnya serta sesuai dengan surat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendagri tanggal 17 Juni 2019, para peternak (integrator, peternak mandiri, dan peternak UMKM) melakukan pembagian LB/karkas secara gratis kepada masyarakat khususnya masyarakat miskin dengan menggunakan dana CSR masing-masing. Pembagian ayam ini dilakukan di beberapa tempat yaitu di Semarang, Solo Raya, dan Yogyakarta. Kbc11

Bagikan artikel ini: