Saat Dirut dan ratusan eksekutif senior Bank Mandiri Se-Indonesia menyerbu Banyuwangi

Rabu, 26 Juni 2019 | 10:45 WIB ET

BANYUWANGI - Banyuwangi makin dilirik sebagai tempat menggelar kegiatan dari berbagai lembaga, baik pemerintah, BUMN, maupun swasta.

Yang terbaru adalah kehadiran jajaran komisaris, direksi, dan ratusan eksekutif PT Bank Mandiri Tbk yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama Kartiko Wirjoatmojo. Mereka hadir di Banyuwangi dalam rangka Bank Mandiri Leadership Forum XII selama selama tiga hari di Banyuwangi, Kamis – Sabtu (20 - 22 Juni 2019). Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius sebagai pemateri.

Kartiko mengatakan, Bank Mandiri memilih Banyuwangi sebagai tempat menggelar “Leadership Forum” bagi para jajaran eksekutif senior untuk menyerap semangat inovasi. Banyuwangi dinilai bisa melakukan perubahan lewat inovasi di tengah keterbatasan yang dimiliki. Banyuwangi yang dulu tidak dikenal, sekarang berubah menjadi tujuan wisata, wisatawan meningkat pesat, warganya bergerak kreatif, hingga perubahan dari sisi infrastruktur, pelayanan publik, hingga ekonominya.

“Makanya kami tarik Bupati Banyuwangi Azwar Anas menjadi salah satu pembicara untuk bisa share visi dan keunikan beliau dalam memimpin organisasi. Kita jadikan bekal bagaimana membangun sesuatu yang baru dan inovatif agar bisa membawa Bank Mandiri semakin tumbuh baik,” jelas Kartiko.

Kartiko mengaku Banyuwangi merupakan salah satu tempat yang menyenangkan untuk menggelar kegiatan. Apalagi, aksesabilitas ke Banyuwangi semakin mudah dengan adanya penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi tiga kali dalam sehari.

“Kita sudah dua kali kesini. Saya pribadi senang. Daerahnya maju, bersih, indah, makanannya enak, masyarakatnya ramah. Ini ratusan pimpinan tertinggi Bank Mandiri, kita bawa ke sini dan semua senang,” ungkapnya.

Selama di Banyuwangi, para bankir ini melihat langsung sejumlah inovasi yang dilakukan pemkab. Mulai dari sistem pelayanan publiknya seperti mal pelayanan publik hingga lounge pelayanan publik yang menjadi tempat monitoring program daerah. Para banker tersebut juga mengunjungi sejumlah lokasi wisata banyuwangi.

“Kita berkunjung ke Taman Gandrung Terakota, ikut membawakan sendratari, dan melukis batik di Pondok Indah. Kami juga berwisata kuliner, makan sego cawuk dan kopi Osing. Bahkan kami diajak bereksperimen membuat sendiri Rujak Soto,” jelas dia.  

Bupati Anas berterima kasih atas kepercayaan Bank Mandiri menggelar pertemuan skala nasional di Banyuwangi. Dari sisi wisata, kata Anas, ini bisa menjadi promosi wisata MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) yang terus menggeliat.

“Banyuwangi telah membuktikan menjadi tuan rumah yang menyenangkan bagi kegiatan kementerian, BUMN, atau swasta mana pun. Hotel ada, penerbangan ada langsung dari Jakarta dan Surabaya, kuliner kami juga enak,” kata bupati Banyuwangi dua periode tersebut.

“Sekarang juga ada 200 pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari seluruh Indonesia menggelar rapat kerja di Banyuwangi. Mereka adalah rektor, jajaran pimpinan, dan guru besar dari 58 kampus Islam se-Indonesia,” imbuh Anas.

Dalam kesempatan itu, sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Banyuwangi, Kartiko menyatakan telah menyalurkan dana CSR sekitar Rp1,3 miliar untuk pembangunan fasilitas wisata Kakao Amphitheatre, Homestay Omah Osing dan fasilitas umum pendukung pariwisata di kawasan wisata Doesoen Kakao, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

“Ini bentuk keseriusan kami membantu pengembangan wisata daerah. Jadi kalau wisatawan datang ke sini, mereka bisa menginap di homestay dan bisa menikmati minum kopi dan cokelat khas Banyuwangi sambil menyaksikan pertunjukan seni di amphitheatre-nya,” pungkas Kartiko.

Bagikan artikel ini: