Subsidi dipangkas, Arcandra janji tak naikkan harga Solar di 2020

Sabtu, 22 Juni 2019 | 08:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Alokasi subsidi solar ditetapkan sebesar Rp 1.500 per liter di 2020 mendatang. Angka ini turun dari alokasi tahun ini sebesar Rp 2.000 per liter. Hal ini menjadi keputusan rapat anggaran Komisi VII DPR dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, penurunan subsidi solar tahun depan sebesar Rp 500 per liter, tidak berpengaruh pada penetapan harga. Sehingga pemerintah tetap mempertahankan harga solar Rp 5.150 per liter.

"Ada hara penetapan oleh pemerintah. dua tahun lalu subsidi Rp 500 per liter, harga jual Rp 5.150 per liter, tahun lalu, subsidi up to Rp 2.000, harga solarnya? Rp 5.150, ada hubungannya sama harga nggak? Ngga kan?," kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Menurut Arcandra, meski pembayaran subsidi solar ke Pertamina sebagai badan usaha yang ditugaskan menyalurkan solar subsidi akan berkurang, pemerintah akan menutupi kekurangannya dengan memberikan insentif.

"Coba dilihat mekanisme tahun ini, kekurangannya dibayar pemerintah sesuai dengan kemampuan keuangan pemerintah, bener ngga?," tuturnya.

Arcandra mengungkapkan, alokasi subsidi solar pada 2020 sebesar Rp 1.500 per liter, merupakan keputusan rapat Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR yang dilakukan pada Kamis malam (20/6/2019). "Kan sudah ditektuk saat rapat semalam," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: