Nih 5 alasan bawa uang tunai tetap diperlukan saat naik bus

Rabu, 19 Juni 2019 | 18:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Moda transportasi umum kini memang banyak pilihannya. Gencarnya pembangunan infrastruktur jalan oleh pemerintah juga ikut membantu pilihan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi umum. Salah satunya adalah bus.

Berbagai armada bus di Indonesia selalu menjadi alternatif moda transportasi terbaik yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Banyaknya rute perjalanan favorit dengan berbagai fasilitas penyedia layanan bus juga mengakomodasi lebih banyak kebutuhan penumpang.

Namun yang perlu kita tahu, meski saat ini era cashless atau pembayaran nontunai, namun saat Anda melakukan perjalanan menggunakan armada bus, membawa uang tunai masih sangat diperlukan.

Berikut ini alasan untuk selalu menyiapkan uang tunai saat Anda melakukan perjalanan antarkota dengan menggunakan moda transportasi bus.

1. Bayar retribusi toilet 

Hal paling krusial yang membutuhkan uang tunai adalah saat menggunakan toilet. Layanan toilet di Indonesia masih ada yang mengenakan biaya retribusi untuk membayar jasa kebersihan, terutama di daerah perbatasan.

Jadi, Anda bisa saja dapat harga promo tiket bus pahala kencana lewat online travel agent seperti Traveloka yang pembayarannya cashless, tapi bayar toilet tetap harus pakai uang tunai. Agar lebih praktis, selalu siapkan uang tunai dengan pecahan kecil agar tidak perlu minta kembalian. 

2. Beli camilan di tempat istirahat 

Bagi Anda yang sering pergi mendadak pakai bus untuk perjalanan antarkota, pasti seringkali melewatkan jadwal makan. Ya, kalau sudah mengejar waktu perjalanan pakai bus, terkadang penumpang jadi berusaha kejar-kejaran sama penumpang lain supaya bisa dapat tempat duduk yang nyaman. 

Eh, sudah sampai duluan, tapi harus mengorbankan jam makan. Ya, alternatifnya sih, pasti beli makanan yang biasanya dijajakan ke dalam bus. Sekadar beli camilan saja, bisa menahan perut yang lapar, terutama kalau rute perjalanan kamu seringkali macet. Meskipun sudah makan, lebih baik beli sedikit camilan dan langsung bayar pakai uang tunai yang sudah Anda siapkan.

3. Beli pernak-pernik unik 

Setiap menempuh perjalanan antarkota, terkadang ada saja pemberhentian menarik yang bisa Anda singgahi saat bus kebetulan berhenti. Tak jarang, Anda malah menemukan pernak-pernik lucu yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.

Sayangnya, belum tentu toko oleh-oleh yang didatangi sudah mengakomodasi pilihan pembayaran cashless kan? Nah, kalau hanya beli mainan kecil atau aksesori dari toko oleh-oleh yang kebetulan disinggahi, rasanya enggak mungkin bayarnya pakai kartu debit atau kredit. Jadi, pembayaran yang pasti diakomodasi oleh toko oleh-oleh di seluruh Indonesia, ya pembayaran pakai uang tunai.

4. Kasih uang buat pengamen 

Waktu berhenti di perjalanan, kadang ada saja seniman jalanan yang mau menghibur penumpang bus. Enggak jarang, Anda bisa mendapatkan pertunjukkan singkat yang menyenangkan. Meski enggak bagus-bagus banget, rasanya usaha pengamen yang bernyanyi untuk menghibur penumpang bus layak diapresiasi. Nah, enggak mungkin deh, pengamen bawa QR Code atau mesin EDC. Jadi, salah satu cara mengapresiasinya, ya, kasih uang tunai langsung. 

5. Uang tip buat kernet

Saat Anda kesulitan cari rute perjalanan di terminal atau dapat tempat duduk yang kosong karena datang di injury time, pasti ada saja kernet bus yang membantu. Belum lagi, kernet juga akan membantu Anda untuk menyimpan barang bawaan di bagasi. Meskipun bukan keharusan, setidaknya Anda bisa memberikan sedikit uang tip atas jasa kernet yang sudah membantu.

Nah, uang tunai yang Anda bawa bisa dipakai untuk kebutuhan ini. Sesering apapun Anda melakukan transaksi cashless, ingatlah bahwa masih banyak hal yang perlu dibayarkan pakai uang tunai. Jadi, selalu siapkan uang tunai saat naik bus ya! kbc7

Bagikan artikel ini: