Ciputra garap proyek hunian segmen menengah di Driyorejo Gresik, harga mulai Rp700 jutaan

Selasa, 18 Juni 2019 | 21:22 WIB ET
(KB/Purna Budi N)
(KB/Purna Budi N)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masih tingginya angka kekurangan pasokan alias backlog rumah di Jawa Timur mendasari kalangan pengembang untuk terus membuka proyek baru yang dinilai bisa diserap pasar. 

Termasuk PT Ciputra Development Tbk yang mengembangkan proyek terbarunya hunian segmen menengah di Driyorejo, Gresik. Di areal seluas 12 hektare ini, salah satu pengembang terbesar Tanah Air ini akan membangun hunian landed house dan komersial area, CitraLand New South West City Driyorejo CBD.

Direktur Ciputra Group, D Agung Krisprimandoyo mengatakan, kian mahalnya harga rumah dan lahan di Surabaya memaksa kalangan pengembang untuk memperluas proyek ke kawasan satelit dan di pinggiran kota tersebut.

"Yang patut disyukuri pembangunan proyek infrastruktur di Jawa Timur cukup massif oleh pemerintah, sehingga ikut mengengkat daerah di sekitarnya. Itu pula yang kami bidik dengan dibukanya proyek CiraLand Driyorejo CBD ini," katanya usai Product Knowledge (PK) proyek CiraLand Driyorejo CBD di Surabaya, Selasa (18/5/2019).

Dipaparkannya, saat ini kawasan Driyorejo sudah menjadi pilihan hunian bagi masyarakat urban kota Surabaya. Apalagi akses pintu jalan tol di proyek perumahan yang mereka kembangkan, hanya berjarak sekitar 700 meter.

Sementara akses tol ini membuat jarak dengan kota Surabaya menjadi cukup dekat, kurang dari satu jam. "Termasuk akses lewat jalan non tol, juga dekat dengan akses masuk kota Surabaya di wilayah Lakarsantri," ujar Agung.

Diakuinya, pembangunan infrastruktur baru akan memberi potensi ekonomi di kawasan tersebut, termasuk sektor properti. Nah, Ciputra Group telah membidik hal ini, karena diyakini dalam waktu tidak lama akan bermunculan juga proyek-proyek properti baru lain yang bermunculan di kawasan sekitarnya.

Proyek CitraLand New South West City Driyorejo CBD sendiri terdiri atas pemukiman, komersial area berupa komplek pertokoan dan taman dengan fasilitas rekreasi berupa bianglala. Luas lahan mencapai 12 hektare.

Ditambahkan Agung, meski belum secara resmi diluncurkan, namun selama ini sudah banyak minat dari masyarakat sekitar. Dia menyebut, paling tidak saat ini sudah ada minat sebanyak 64 unit dari konsumen masyarakat sekitar.

"Kita tahu sebagian masyarakat kita akan lebih memilih mencari hunian yang tidak jauh dari tempat tinggal asal atau rumah orang tuanya. Mereka juga ingin naik kelas. Makanya dengan dibukanya proyek baru dengan nama besar Ciputra, peminatnya sudah banyak," ulas Agung.

General Manager CitraLand Driyorejo CBD, Cholief Choerrasjaini menambahkan, untuk tahap awal, pada PK tersebut pihaknya menawarkan sebanyak 400 unit rumah dan 150 unit ruko. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 700 jutaan per unit hingga sekitar Rp 1,8 miliar.

Untuk unit rumah, terbagi menjadi enam tipe ukuran tanah dan rumah, yang di antaranya ada rumah dua lantai. Mulai yang terkecil ukuran luas tanah 5x14 meter persegi hingga 8x16 meter persegi.

"Kami optimis pada proyek ini, mengingat backlog atau kebutuhan pasar akan hunian masih tinggi dan bergairah dengan produk yang menarik, KPR dari perbankan dengan bunga ringan dan lainnya," ujarnya.

Sementara itu dalam PK yang digelar di Ballroom Ciputra World Surabaya, ada sekitar 1.218 agent properti menunjukkan antusiasme terhadap produk tersebut.

Setelah PK, produk yang dijual dengan sistim NUP tersebut, akan dilanjutkan dengan pemilihan unit yang diprediksi berlangsung dua pekan setelah PK. kbc7

Bagikan artikel ini: