Kembangkan startup desa, Kemendes gandeng Malaysia

Senin, 17 Juni 2019 | 07:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Business Matching bersama dengan Selangor State of Government di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Malaysia terkait perdagangan elektronik atau e-commerce.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT Samsul Widodo mengatakan, pemerintah Indonesia sangat mendukung berkembangnya bisnis startup di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat melalui data yang dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi. Dari data tersebut, Indonesia telah melahirkan 1.307 perusahaan rintisan atau startup sejak 2015 lalu yang hanya 52 start-up.

"Sejak tahun 2017, kami telah bekerja sama dengan lebih dari 60 startup bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, keterampilan, investasi, dan pariwisata untuk mengimplementasikan ekonomi digital di daerah tertinggal," kata Samsul dalam keterangannya, Minggu (16/6/2019).

Selain itu, Samsul juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia terus mendukung berkembangnya bisnis start-up di Indonesia, salah satunya dengan menciptakan ekosistem.

"Kami berusaha menciptakan ekosistem agar para pelaku bisnis digital ini bisa tumbuh. Apalagi, kini para pelaku UKM, petani, dan nelayan mulai bisa menjual produknya secara online karena telah diberikan pemahaman terkait ekonomi digital," katanya.

Samsul juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Selangor State of Government. Ia berharap pertemuan tersebut bisa menghasilkan kerja sama yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, khususnya dalam meningkatkan perdagangan elektronik antara kedua belah negara.

Pada kesempatan yang sama, Advisor for Chief Minister of Selangor Zulkifli Zakaria mengapresiasi perkembangan e-commerce di Indonesia yang tumbuh dengan sangat pesat. Pemerintah Malaysia juga akan mencontoh Indonesia dalam mengembangkan produk unggulan daerah.

"Perkembangan e-commerce di Indonesia sangat luar biasa. Saat ini kami juga sedang mendorong pelaku UKM di Malaysia agar bisa masuk ranah digital. Melalui pertemuan ini, kami ingin membahas dan merumuskan model bisnis untuk kedua belah pihak, serta kebijakan dan mekanisme distribusi (ekspor)untuk kedua jalur, Indonesia dan Malaysia," jelas Zulkifli.

Tindak lanjut dari pertemuan tersebut yakni Kemendes PDTT akan berkoordinasi dengan mitra kerja terkait produk unggulan yang akan diekspor ke Malaysia sesuai dengan pangsa pasar di Malaysia.

Sementara itu, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh mitra kerja Kemendes PDTT seperti Shopee Indonesia (platform belanja online), Timur Rasa (produsen kenari), Sayur Box (platform penjualan sayuran dan buah-buahan secara online), dan Lion Parcel (jasa pengiriman/logistik). Ada juga Line Clear Express & Logistic Sdn Bhd, yakni sebuah perusahaan jasa pengiriman logistik di Malaysia yang masing-masing mempresentasikan model bisnis usahanya. kbc10

Bagikan artikel ini: