Pemberi pinjaman asing agresif bidik fintech di Indonesia

Kamis, 13 Juni 2019 | 09:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bisnis pinjaman online alias financial technology (fintech) di Indonesia dinilai menjanjikan. Terbukti, lender atau pemberi pinjaman dari luar negeri masih melirik fintech di Indonesia. PT Digital Alpha Indonesia atau UangTeman misalnya menyebut pemberi pinjaman asing lebih besar ketimbang dari dalam negeri.

"Sesuai dengan komposisinya, kontribusi penyedia dana pinjaman dari luar negeri lebih besar dari lokal, namun saya tidak punya angkanya," ujar Adrian Dosiwoda, SVP Corporate Affairs UangTeman, Rabu (12/6/2019).

Menurut dia, selama tahun 2018 para penyedia dana tersebut aktif memberikan pinjaman kepada hampir 200.000 peminjam yang sudah diverifikasi untuk dipilih dan didanai oleh pemberi pinjaman tersebut.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya menyebutkan porsi lender asing masih belum sebesar investor lokal. Setidaknya dari jumlah investor sebanyak 100.000 investor, sementara jumlah lender asing yang aktif jumlahnya ada ribuan.

"Sudah lebih dari 100,000 yang terdaftar, yang aktif juga sudah ribuan. Kalau lender asing sudah cukup oke, namun belum terlalu banyak. Saya yakin akan terus meningkat kalau aturan untuk lender asing lebih jelas," ujarnya.

Di sisi lain, pemain tekfin P2P yang lain yakni Akseleran, masih akan memfokuskan investor dalam negeri meskipun tak memungkiri minat pemberi pinjaman dari luar negeri memang besar.

"Untuk lender luar negeri akan kami fokuskan untuk lender institusi. Jadi bekerja sama dengan lembaga keuangan dari luar negeri," ujar CEO sekaligus Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan.

Menurut dia, jumlah pemberi pinjaman dari kalangan institusi ada lumayan banyak. Pihaknya juga sudah berbicara dengan beberapa bank di Asia Tenggara dan Jepang.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas AFPI Tumbur Pardede, mengatakan lender dari luar negeri sangat tertarik untuk berinvestasi langsung di Indonesia. Karena pasar lending di Indonesia sangat besar dan para investor tersebut sudah sangat familiar dengan platform fintech di negara asalnya.

Sehingga lender luar negeri cukup agresif berekspansi ke Indonesia yang juga memiliki industri fintech lending yang bertumbuh pesat. Tumbur juga optimis ke depannya jumlah lender asing akan terus meningkat.

"Saya sangat optimis portofolio pemberi pinjaman asing yang semakin meningkat ke depannya di Indonesia seiring dengan semakin berkembang pesatnya penerapan ekonomi digital di Indonesia," ungkap Tumbur. kbc10

Bagikan artikel ini: