Trump bakal kerek tarif barang China usai pertemuan G20

Sabtu, 8 Juni 2019 | 07:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan mengeksekusi ancamannya terkait penerapan tarif barang China senilai US$300 miliar. Trump akan memukul Beijing dengan kebijakan tersebut usai pertemuan para pemimpin ekonomi terbesar dunia, G20, pada akhir bulan ini.

Hubungan antara Amerika Serikat dan China telah memburuk sejak Trump pada awal Mei menuduh Beijing mengingkari komitmen untuk mengubah cara melakukan bisnis dengan seluruh dunia. Sejak itu kedua belah pihak telah bertindak melawan perusahaan satu sama lain dan bertukar kata-kata kasar di bidang diplomatik. Pertikaian dua negara ini telah mengguncang pasar global dan menyapu bersih lebih dari 1,5 triliun dolar AS nilai investasi di seluruh dunia.

Trump menaikkan tarif menjadi 25 persen pada 200 miliar dolar AS barang-barang China. Kini, ia memerintahkan perwakilan perdagangannya untuk menyiapkan tarif pada 300 miliar dolar AS lainnya, yang secara efektif mencakup hampir semua ekspor China ke AS.

KTT G20 di Jepang pada 28-29 Juni, menandai kesempatan pertama bagi Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk bertemu sejak KTT G20 terakhir di Buenos Aires pada akhir 2018. Trump mengatakan keputusan US$300 miliar akan menyusul pertemuan itu.

“Saya akan membuat keputusan itu dalam dua pekan ke depan setelah G20. Saya akan bertemu dengan Presiden Xi dan kita akan melihat apa yang terjadi, kita mungkin merencanakannya setelah G20," kata Trump di Prancis, Kamis (6/6/2019).

Pertemuan kedua pemimpin belum diumumkan. Tim perunding perdagangan mereka belum bertemu sejak 10 Mei.

Kedua negara telah berselisih sejak Juli 2018 karena sejumlah tuntutan AS bahwa China harus mengadopsi perubahan kebijakan yang akan lebih melindungi kekayaan intelektual Amerika dan membuat pasar China lebih mudah diakses oleh perusahaan-perusahaan AS. “Pembicaraan kami dengan China, banyak hal menarik yang terjadi. Kita akan melihat apa yang terjadi. Saya bisa naikkan setidaknya 300 miliar dan saya akan melakukannya pada waktu yang tepat, "kata Trump kepada wartawan di Irlandia sebelum berangkat ke Prancis untuk peringatan D-Day.

Di Beijing, Kementerian Perdagangan China melawan dengan nada menantang. "Jika Amerika Serikat dengan sengaja memutuskan untuk meningkatkan ketegangan, kami akan berjuang sampai akhir," kata juru bicara kementerian Gao Feng.

Kementerian Perdagangan juga mengeluarkan laporan tentang bagaimana AS mendapat manfaat dari bertahun-tahun kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan China. Klaim AS bahwa Cina telah mengambil keuntungan dalam perdagangan bilateral adalah tidak berdasar.

Menambah kekhawatiran, China dapat menargetkan perusahaan-perusahaan AS dalam perang dagang. Kementerian pekan lalu mengatakan sedang menyusun daftar entitas yang tidak dapat diandalkan yang telah merugikan kepentingan perusahaan China.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perselisihan dengan China menimbulkan ancaman bagi ekonomi global. Ia juga mengkritik upaya yang lebih luas pemerintahan Trump untuk merombak hubungan perdagangan global dengan menaikkan tarif. kbc10

Bagikan artikel ini: