Lebaran, PLN bebas tugaskan 20 pembangkit listrik

Kamis, 23 Mei 2019 | 18:13 WIB ET

DEPOK, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero akan mematikan 20 pembangkit listrik miliknya menyusul adanya potensi penurunan daya listrik di Hari Raya Lebaran.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, di Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Amir Rosidin mengatakan pemadaman 20 pembangkit listrik ini sebagian besar bertenaga uap dan gas. Selain untuk efisiensi, Amir mengatakan pembangkit listrik yang dipadamkan dapat dimanfaatkan untuk menjalani proses pemeliharaan.

Menurut Amir, pada saat beban turun, beberapa pembangkit dengan kapasitas 10 ribu megawatt (MW) dipadamkan. “Pembangkit-pembangkit di Jawa dan Bali ini banyak. Ini lebih dari 20 pembangkit. Termasuk milik IPP (Independent Power Producer) juga ini. Yang punya IPP dipadamkan mereka sekalian pemeliharaan kecil-kecilan. Namanya simple inspection,” kata Amir ketika menerima kunjungan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar di Depok, Kamis (23/5/2019).

Amir menambahkan pada masa Lebaran tahun 2019 nanti diprediksi ada penurunan konsumsi listrik sekitar 35%  dari konsumsi listrik pada hari biasanya. Amir mengatakan pemakaian listrik cenderung berkurang menyusul libur hari raya yang lebih dari satu pekan menyebabkan beberapa industri juga berhenti beroperasi.

“Karena banyaknya industri dan perkantoran yang libur, biasanya beban puncak menurun. Namun kami akan tetap pastikan suplai dan keandalan tetap terjaga,” kata dia.

Penurunan konsumsi terbesar diperkirakan akan terjadi pada sistem Jawa-Bali dengan penurunan beban puncak sebesar 56% hingga 60%. Pada saat Lebaran nanti, daya mampu netto pembangkit sistem Jawa Bali adalah sebesar 34.716 MW sementara daya mampu pasok sebesar 27.817 MW jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak lebaran yang diperkirakan mencapai 17.179 MW. Cadangan Operasi 10.637 MW dan Reserve Margin 62%.

Arcandra berharap meskipun terjadi penurunan beban puncak, PLN tetap harus siaga dalam memasok kebutuhan listrik kepada masyarakat. Sektor ESDM kata Archandra akan membuka Posko Lebaran sektor ESDM sejak H-15 Idul Fitri hingga H+15 Idul Fitri. Periode ini lebih panjang dibandingkan dengan posko nasional yang beroperasi dari H-7 sampai H+7 Idul Fitri.

“Berbeda dengan posko nasional, di sektor ESDM kita buka posko sejak H-15 sampai H+15 Idul Fitri. Ada kemungkinan sejak H-15 itu ada hal-hal yang perlu kita kerjakan lebih awal. Jadi kita mempersiapkan lebih awal 15 hari, dan mempersiapkan 15 hari setelah itu. Kami ingin benar-benar menjamin bahwa keandalan dan kesiapan pasokan listrik itu baik,” tutupnya. kbc11

Bagikan artikel ini: