Pebisnis perjalanan wisata akui tarif tiket pesawat mulai turun merata

Selasa, 21 Mei 2019 | 07:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku bisnis yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) mengklaim maskapai penerbangan nasional secara bertahap mulai menurunkan tarif tiket pesawat seiring kebijakan penurunan Tarif Batas Atas (TBA) oleh Kementerian Perhubungan. Penurunan tarif itu sebesar 12-15 persen dan berlaku untuk semua rute domestik. 

"Sudah mulai turun secara menyeluruh. Komunikasi terakhir kita dengan pemerintah dan maskapai sudah sepakat untuk ini. Kami berterima kasih," kata Ketua Umum Asita, Rusmiati, Senin (20/5/2019). 

Ia mengatakan, penurunan terbesar dilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia Group yang saat ini memimpin pasar domestik sekaligus perusahaan pelat merah. Setelah Garuda, diikuti oleh maskapai Lion Air Group serta maskapai-maskapai lainnya. 

Menurut Asita, penurunan tarif tiket sebesar 12-15 persen sangat membantu industri perjalanan wisata untuk kembali tumbuh. Sekaligus, meningkatkan kembali geliat wisata di daerah-daerah luar Jawa. Sebab, selama ini, Rusmiati mengatakan, sektor wisata kian lesu akibat mahalnya harga tiket pesawat. 

"Wisata ini kan tidak hanya satu destinasi. Tapi banyak. Kita berusaha sekali agar wisatawan bisa tinggal lebih lama dan dia bisa melanjutkan wisata ke daerah-daerah sekitarnya dengan harga tiket terjangkau," kata Asita. 

Sementara ini, dia memaparkan, pemesanan tiket untuk periode libur lebaran tetap tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kendati kondisi harga tiket lebih mahal dari biasanya, para wisatawan domestik yang biasa memanfaatkan libur lebaran untuk berlibur sudah memahami pergerakan harga.

Dampak dari adanya penurunan tarif tiket pesawat itu, menurut Rusmiati, akan terlihat ketika periode setelah lebaran atau saat sedang low season. Ketika itu, Asita baru dapat meneliti lebih jauh terkait kondisi relevansi penurunan tarif dengan permintaan tiket pesawat secara riil. kbc10

Bagikan artikel ini: