Siap-siap, harga telur bakal melambung di H-10 Lebaran

Selasa, 21 Mei 2019 | 07:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Samhadi mengingatkan harga telur ayam ras terus berfluktuasi di bulan Ramdan ini. Namun memasuki 10 hari jelang Lebaran harga ayam akan mulai merangkak naik.

"Ini kenapa? Ya karena menjelang Lebaran biasanya orang kita suka membuat kue atau mengirimkan makanan," ujar Sekretaris Pinsar Samhadi di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Menurut Samhadi naik turunnya harga telur ayam memang selalu terjadi setiap tahun. Meski demikian pasokan dari peternak selalu stabil. Permintaan akan turun saat bulan Suro. Saat itu, khususnya masyarakat muslim umumnya tidak melakukan acara selametan (kenduri). Selain itu, permintaan rendah pada saat libur panjang.

Untuk mencukupi kebutuhan DKI Jakarta, Samhadi mengatakan, sebagian besar pasokan berasal dari Jawa Barat yakni, Bekasi, Bogor, dan Sukabumi. Sedangkan dari Jawa Tengah datang dari Magelang, Semarang, dan Solo. Sementara Jawa Timur berasal dari Blitar. "Lampung juga memasok ke DKI Jakarta, tetapi tidak banyak. Intinya untuk DKI Jakarta kebanyakan berasal dari Jawa Barat," katanya.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menyebutkan rerata harga ayam ras nasional sebesar Rp 26.100 /kilogram (kg) atau mengalami kenaikan Rp 150 dibandingkan hari sebelumnya. Harga ayam ras tertinggi di Maluku Utara sebesar Rp 38.00/kg dan terendah di Sulawesi Barat yakni sebesar Rp 20.500/kg.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHNak) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Fini Murfiani mengatakan dari hasil  pantauan/perhitungan  kondisi ketersediaan live bird siap panen di tingkat peternak  dan realisasi distribusi DOC di April dengan memperhitungkan deplesi 6%, berat livebird 1,6 kilogram (kg)/ ekor dengan konversi karkas 69,44%.

Dari hasil pantauan tersebut didapatkan data perkiraan pasokan daging ayam ras (broiler) pada Mei 277.910 ton dan Juni 2019 sebesar 315.296 ton. Sementara kebutuhan daging ayam ras pada Mei dan Juni masing-masing sebanyak 288.451 ton serta 288.451 ton.

Sementara, kondisi pasokan telur ayam ras di dalam negeri juga tak mengkhawatirkan. Proyeksinya diperhitungkan berdasarkan populasi ternak ayam ras petelur (layer) produktif sebanyak 166.922.000 ekor pada Mei 2019.

Total pasokan telur pada Mei dan Juni diperhitungkan masing-masing sebanyak 243.510 ton dan 236.580  ton . Sementara kebutuhannya di bulan Mei dan Juni masing-masing sebanyak 167.144 ton dan 150.185 ton.

"Tapi yang terjadi selama ini saat munggah kenaikan permintaannya kecil masih dibawah lima%. Menjelang lebaran lebih besar kenaikan  permintaannya, bisa sekitar 20% dari kondisi normal," tutur Fini.

Tingginya permintaan komoditas telur ayam ras,sambung Fini disebabkan pada hari raya banyak masyarakat yang memproduksi kue kering. Dengan pasokan yang cukup ke pasaran, menjelang lebaran nanti Fini berharap  tak terjadi lonjakan harga telur seperti yang diinginkan konsumen.kbc11

Bagikan artikel ini: