Dari bebek sinjay sampai sate, yuk manjakan lidah dengan 10 kuliner Lebaran di Bangkalan

Selasa, 21 Mei 2019 | 04:07 WIB ET
(Istimewa)
(Istimewa)

JAKARTA - Bangkalan menjadi salah satu kota yang menarik dikunjungi pada libur Lebaran tiba. Bukan saja destinasinya yang menarik, tetapi juga kulinernya pun super lezat. Nah biar #PesonaMudik2019 yang mudik ke Madura wajib mencicip kuliner di Bangkalan.

"Untuk anda yang kebetulan sedang mudik atau melintas di Bangkalan, wajib mencoba beberapa tempat wisata kuliner. Dijamin akan puas. Apalagi view di Bangkalan luar biasa. Ini akan menambah #PesonaMudik2019 bersama keluarga," kata Menpar Arief Yahya.

Buat yang penasaran, berikut #Top10PesonaKulinerLebaran di Bangkalan yang asyik untuk diburu bersama keluarga.

1. Nasi Bebek Sinjay

Di Madura ini ada satu warung nasi bebek yang sangat terkenal yaitu Bebek Sinjay di Bangkalan. Tidak heran jika warung ini selalu ramai pengunjung setiap harinya. Untuk alamat lengkapnya berada di Jalan Raya Ketengan No. 45 Bangkalan, Madura. Letaknya tidak begitu jauh dari pusat kota. 

Seporsi nasi bebek sinjay berisi nasi putih yang pulen dalam porsi yang lumayan banyak ditambah bebek goreng dan kremesan yang rasanya sangat enak. Rasa gurihnya menyebar hingga ke dalam karena dagingnya yang empuk dan bumbunya yang meresap dengan baik hingga ke tulang. Sayangnya bebek gorengnya terlalu banyak mengandung minyak yang artinya mengandung kolesterol tinggi. Namun untuk rasanya sendiri memang begitu enak, menggugah selera dan membuat ketagihan siapa saja yang  sudah datang ke sini.

2. Sate Madura

Siapa yang tak mengenal kelezatan sate Madura. Sate yang asli dari Bangkalan ini mempunyai rasa yang akan membuat lidah anda tidak berhenti untuk memakannya. Terlebih lagi dengan racikan bumbu bumbu yang khas Madura yang dicampur dengan daging yang masih segar dijamin anda akan ketagihan. Anda bisa menikmati makanan yang satu ini dengan mengunjungi alun alun Bangkalan yang merupakan tempat asal makanan ini.

3. Topak Ladeh

Topak Ladeh merupakan hidangan khusus sajian Hari Raya Idul Fitri. Memang Topak Ladeh tidak sepopuler Sate, Soto, dan Bubur Madura. Tapi percayalah, rasanya nikmat tak terkira.

Topak Ladeh merupakan kuliner kombinasi lontong yang di guyur dengan kuah bubur santan dari racikan rempah komplit. Cara penyajiannya, lontong di potong-potong lalu di guyur kuah Ladeh dan diberi taburan bubuk jagung. Makannya diiringi dengan krupuk puli (krupuk nasi) dan cabe yang dihidangkan secara utuh sebagai pengganti sambal.

Membuat Topak Ladeh tidak mudah. Jika tidak biasa mengolah kekentalannya, tekstur Ladeh jadi tidak sempurna. Untuk Topak nya, masyarakat Madura selalu membuat sendiri dengan cara membungkus beras dengan daun pisang yang kemudian di kukus di atas tungku. Topak dari daun pisang aromanya lebih sedap, rasanya enak, kenyal, dan tidak gampang basi. Proses memasaknya pun kurang lebih sama seperti membuat lontong.

4. Bebek Songkem

Bebek Songkem khas Madura merupakan bagian dari khazanah kuliner asli Indonesia. Selain unik secara penyajian, olahan bebek ini memiliki filosofi; sebuah cerita tentang etika, wujud hormat dan terima kasih. Ia merupakan sebuah sajian yang tidak hanya bicara ihwal cita rasa, melainkan tata krama. 

Sekilas, pengolahan Bebek Songkem mirip dengan pembuatan aneka pepes. Tetapi ketika menilik lebih jauh, terdapat perbedaan yang cukup khas. Pada sajian ini, bebek utuh yang sudah diberi bumbu rempah, dikukus selama kurang lebih 4-6 jam. Uniknya, sebelum dilkukus, leher dan kepala bebek ditekuk seperti orang yang sedang sungkem. 

Proses pengukusan pada kuliner ini tidak menggunakan air, melainkan pelepah pisang yang sudah dipotong-potong. Kandungan air yang ada di bahan tersebut lah yang akan membuat daging bebek menjadi matang.

5. Tajin Sobih

Dari salah satu desa di Bangkalan, lahirlah kuliner yang kemudian dikenal dengan nama tajin sobih.

Perpaduan lima olahan menghasilkan tampilan menggoda serta cita rasa yang menggugah selera. Seperti kuliner sejenisnya, bubur yang satu ini didominasi rasa manis.

Ketika melihat tampilan Tajin Sobih secara langsung teman – teman pasti akan langsung teringat dengan Bubur Sum Sum. Terdiri dari isian yang terbuat dari tepung ketan dan tepung terigu dengan warna dan bentuk yang bermacam – macam.

Ada tiga warna isian pada setiap porsi Tajin Sobih ini yakni warna merah muda, coklat dan putih. Ketiga varian isi Tajin Sobih ditempatkan pada panci – panci kecil yang dijadikan satu pada wadah besar yang terbuat dari anyaman bambu. Diatas isian Tajin yang berwarna – warni ini kemudian disiram dengan gula merah yang sudah dimasak pekat. Campuran gula merah diatas Tajin Sobih ini yang membuat rasanya sangat manis dan tetap saja masih terasa gurih di lidah. 

6. Nasi Serpang

Makanan terkenal Madura tak hanya sate. Tiap kota di Pulau Garam ini menyajikan menu khas yang rugi jika Anda lewatkan. Bangkalan, misalnya, punya beberapa makanan tradisional yang kini mulai populer hingga ke luar Madura. Salah satunya adalah nasi serpang.

Nasi serpang adalah hidangan yang kayak lauk-pauk. Tiap bungkusnya berisi sekepal nasi pulen dengan aneka lauk. Meski nasinya tampak sedikit, tapi dijamin mengeyangkan.

Rasa masing-masing lauk itu berbeda-beda. Sambal goreng kerang terasa gurih rada pedas dan ada manisnya. Rempeyek itu gurih karena udangnya segar. Sik-usik terasa kuat santan dengan bumbu kemerahannya. Sedangkan pepes tongkol, telur asin, dan serundeng, memperkaya rasa nasi petis. Serundengnya yang agak manis, terasa betul ketumbarnya.

Dengan lauk begitu banyak, jika dibandingkan volumenya, lebih banyak lauk ketimbang nasinya yang cuma sekepalan tangan. Dijamin Anda kenyang. Kenyang yang lezat.  

7. Kaldu Kokot

sup punya kuah bening dan segar dengan isian sayuran dan daging. Namun, di Madura, sup disajikan dengan sedikit berbeda. Kuah sup yang dikenal dengan kaldu kokot ini terbuat dari kacang hijau yang dimasak dalam bumbu rempah. Alih-alih daging, kaldu kokot berisikan kikil. Sambalnya pun beda, yakni sambal petis dan kacang ulek. Unik kan?

Nama kaldu kokot diambil dari bahan dasarnya, yakni kokot yang berarti kikil. Bagian kikil memang merupakan makanan populer di Madura, khususnya Sumenep. Kokot seringnya diolah menjadi soto kokot dan kaldu kokot. Perbedaan dua olahan Kokot ini pun hanya terletak pada penyajiannya. Soto kokot disajikan tanpa kacang hijau, sedangkan Kaldu Kokot disantap dengan campuran rebusan kacang hijau.

Sup berisikan jeroan, sumsum, dan kaki sapi dengan campuran bumbu rempah yang khas, seperti bawang merah, bawang putih, jahe, pala, dan daun bawang ini selalu dirindukan. Dalam membuatnya, pemilihan bahan amat diperhatikan. Kaki sapi betina biasanya jadi pilihan. Hal itu disebabkan rasanya yang lebih gurih dengan warna kemerahan dan mengandung banyak sumsum. Di lain hal, kikil sapi jantan berwarna putih dan cenderung mudah empuk. Selain itu, kacang hijau yang digunakan juga kacang lokal Madura yang ditanam di tanah yang cenderung kurang air.

8. Nasi Setan Madura

Sesuai namanya, nasi setan ini akan bikin kamu bersemangat karena pedas dan panas. Nasi setan ini sebenarnya seperti menu nasi biasa yang terdiri atas lauk pauk, seperti empal daging, oseng-oseng tempe, perkedel jagung, telur goreng, hingga ikan tongkol. 

Nah, yang bikin lidahmu meletup-letup adalah sambalnya yang udah pasti bikin kamu keringetan. Pecinta kuliner pedas wajib coba nih kuliner yang biasanya dijajakan di alun-alun Bangkalan, Madura, saat malam hari.

9. Rujak Cingur Madura

Kalau ke Madura sempatkan waktu untuk menikmati kuliner Rujak Cingur. Rujak Cingur Madura tidak jauh berbeda dengan rujak cingur pada umumnya. Ada irisan mentimun, irisan lontong, irisan nanas, rebusan kangkung, rebusan toge, irisan tahu dan tidak lupa irisan cingur yang besar dan banyak. Petis yang digunakan adalah petis hitam Madura yang rasanya cenderung manis.

Rujak Cingur Ponok tidak jauh berbeda dengan rujak cingur pada umumnya. Ada irisan mentimun, irisan lontong, irisan nanas, rebusan kangkung, rebusan toge, irisan tahu dan tidak lupa irisan cingur yang besar dan banyak. Petis yang digunakan adalah petis hitam Madura yang rasanya cenderung manis. Paling nikmat jika ditemani kerupuk yang membuat kuliner ini makin oke.

10. Campor

Kuliner yang satu ini unik dan rasanya sulit ditemukan di daerah lain selain di Madura dan kota-kota di dekatnya. Campor adalah menu yang berisi macam-macam bahan seperti singkong rebus yang dipotong kecil-kecil, lontong, tulang muda sapi yang masih bersumsum, mie soon, dan daun bawang yang diguyur dengan kuah yang terbuat dari santan cair dan bumbu kacang.

Tak heran rasa dari campor ini begitu gurih, legit, padat dan sedikit pedas asin berkat padu padan bahan isian dan kuah. Bagi banyak orang luar Madura atau bukan orang Jawa Timur, menu campor ini mungkin sedikit tidak lazim karena perpaduan kuah dan bumbu kacang selama ini dirasa tidak pas untuk disajikan dalam satu hidangan. 

Tidak banyak menu olahan berkuah yang menyajikan bumbu kacang, oleh karena itu menu campor ini amat unik dan menjadi satu satu kuliner yang paling tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Madura.

Bagikan artikel ini: