Lebaran, transaksi kartu debit diprediksi meningkat

Senin, 20 Mei 2019 | 06:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Transaksi oleh masyarakat dengan menggunakan kartu debit dan anjuangan tunai mandiri (ATM) diproyeksi bakal meningkat selama periode libur Lebaran 2019.

Bank pun sudah mengantisipasi hal tersebut dengan mengoptimalkan seluruh layanan e-channel baik melalui mesin ATM maupun electonic data capture (EDC).

Senior Vice President Consumer Deposit Group PT Bank Mandiri Tbk Muhammad Gumilang meramal transaksi selama periode Lebaran melalui ATM volumenya akan naik sekitar 16% dari hari biasa.

"Akan naik dari biasanya Rp 2,9 triliun per hari menjadi sekitar Rp 3,4 triliun per hari," katanya, Minggu (19/5/2019).

Sementara untuk EDC, pria yang akrab disapa Gugie ini meramal kenaikannya akan lebih tinggi yakni mencapai 26% dari Rp 310 miliar per hari di hari biasa menjadi sekitar Rp 400 miliar per hari pada periode lebaran.

"Peningkatan transaksi ini didorong oleh THR yang diterima pekerja dan program promo di merchant Bank Mandiri berupa diskon, atau dengan fiestapoin selama bulan Ramadhan," sambungnya.

Tak cuma Bank Mandiri, PT Bank CIMB Niaga Tbk memperkirakan kenaikan dua kali lipat untuk transaksi debit. "Biasanya terjadi lonjakan transaksi dan kebanyakan dari ATM," jelas Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan.

Meski tidak merinci besaran transaksinya, Lani mengatakan hal tersebut sudah diantisipasi oleh pihak perusahaan. Lagipula, tren kenaikan transaksi debit memang selalu terjadi pada periode libur Hari Raya alias musiman.

"Persiapan sudah kami siapkan dari jauh-jauh hari, mulai dari ATM, EDC, dan call center sampai dengan penukaran uang tunai," katanya.

Menurut Lani, mayoritas gesekan kartu debit di EDC ada di sektor industri makanan, restoran dan travel.

Sementara itu Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso Liem menuturkan, berdasarkan pengalamannya kenaikan ATM di periode Lebaran akan meningkat sekitar 5%-10%. Sedangkan untuk EDC, lonjakan transaksinya bisa berkisar antara 15%-20% dari hari biasa.

"Mayoritas tarik tunai, atau 35%-40% transaksi kartu debit. Sisanya untuk cek saldo, pembayaran ataupun transfer," kata Santoso.

Sebagai informasi saja, merujuk data Bank Indonesia (BI), total volume transaksi ATM/Debit periode Januari-April 2019 tercatat sudah mencapai 2,24 miliar transaksi. Jumlah tersebut naik dari periode yang sama tahun sebelumnya 2,01 miliar transaksi.

Dari volume tersebut, nilai atau nominal transaksinya tercatat sebesar Rp 2.431,61 triliun pada periode Januari-April 2019. Meningkat 13,5% dibandingkan periode Januari hingga April 2018 lalu sebesar Rp 2.146,16 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: