Peritel berharap Ramadan dan Lebaran dongkrak pendapatan hingga 20%

Jum'at, 17 Mei 2019 | 07:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kebutuhan konsumsi masyarakat mengalami peningkatan setiap Ramadan dan Lebaran. Atas hal ini, perusahaan ritel di Indonesia berharap pendapatan akan meningkat 13-20 persen. 

PT Sumber Alfaria Trijaya misalnya, yang memprediksi dalam kurun waktu 81 hari terhitung sebelum dan sesudah Ramadan, pihaknya diprediksi meraup keuntungan sekitar 13 hingga 17 persen dibandingkan periode tahun lalu.

 

"Jadi, momentum ramadan ini kita hitung bukan hanya saat bulan itu saja, tapi kita hitung mulai sebelum dan sesudahnya," kata Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya, Hans Prawira di Alfa Tower, Tangerang, Kamis (16/5/2019).

 

Sementara, untuk Alfamidi, diprediksi peningkatan pendapatan bisa mencapai 20 persen. Prediksi periodenya pun sama, hingga usai musim mudik lebaran nanti. 

 

"Kita manfaatkan penjualan yang ada di rest area juga, karena kan banyak pemudik yang menggunakan jalur darat atau tol. Termasuk pendapatan meningkat dari pengisian ulang atau top up berbagai pembayaran elektrik," tutur Corporate Secretary PT Midi Utama Indonesia, Suantopo Po. 

 

Penjualan lain yang akan meningkat selama ramadan ini adalah sembako, biskuit, sirup atau berbagai minuman kemasan, serta terakhir fresh food. Untuk itu, dari bulan Maret, kedua retail besar itu memasok dan mengamankan stok di gudang dan toko-toko. 

 

"Kita kan pasti ada promo atau program menarik, makanya stok itu penting dijaga," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: