BNI ancang-ancang kerek bunga kredit hingga 50 bps

Jum'at, 10 Mei 2019 | 15:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri perbankan tampaknya harus melakukan langkah untuk menyesuaikan suku bunga kredit demi menjaga kinerjanya. Salah satunya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI yang berpeluang untuk menaikkan bunga kredit konsumsi hingga 50 bps atau 0,5% dalam waktu dekat.

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, perseroan akan melakukan langkah preventif guna menjaga perolehan bunga bersih yang diharapkan masih terjaga pada kisaran 5,3%—5,4% sampai akhir tahun 2019. Salah satu langkah yang diambil yakni melakukan penyesuaian suku bunga secara terukur sejak April 2019 lalu.

“Target NIM (net interest margin/margin bunga bersih) kami adalah 5,3%. Penetapan bunga mengacu kepada mekanisme pasar, di mana penetapan bunga spesial untuk dana dan kredit dilakukan secara amat selektif, hati-hati, dengan term and conditions atau persyaratan tertentu dan berorientasi jangka menengah panjang,” katanya, baru-baru ini.

Anggoro mengemukakan hal itu sebagai jalan tengah yang perseroan tempuh untuk bersama-sama nasabah dan debitur mengarungi perjalanan terjal dan menantang pada tahun ini.

Salah satu kenaikan suku bunga kredit yang disesuaikan akibat kenaikan BI-7DRR tahun lalu yakni segmen konsumsi.

“Kami sudah lakukan penyesuaian suku bunga konsumsi sampai 50 bps dengan kemungkinan masih akan ada lagi ruang kenaikan. Saat ini khusus untuk KPR rerata bunga 6,75%-7% yang paling rendah,” kata VP Consumer Lending BNI Egos Mahar belum lama ini.

Penyesuaian suku bunga kredit BNI dilakukan di semua segmen secara selektif, dengan mempertimbangkan repayment capacity debitur untuk menjaga kualitas kredit. kbc10

Bagikan artikel ini: