Tiga komoditas pertanian ini bikin inflasi di Jatim capai 0,41 persen

Sabtu, 4 Mei 2019 | 17:22 WIB ET
(ilustrasi)
(ilustrasi)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi di Jawa Timur pada bulan April 2019 terpantau cukup tinggi akibat naiknya berbagai komoditas pangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, inflasi Jatim bulan April mencapai 0,41 persen.

Apabila dilihat tren musiman setiap bulan April selama sepuluh tahun terakhir (2010-2019), terjadi tujuh kali inflasi dan tiga kali deflasi. Bulan April 2019 merupakan inflasi tertinggi yaitu sebesar 0,41 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi pada bulan April 2011 sebesar 0,44 persen. Sementara pada April 2018, Jatim mengalami inflasi sebesar 0,18 persen.

“Ada tiga komoditas pertanian yang memberikan sumbangan terbesar terbentuknya inflasi di Jatim pada Apr sebesar 0,41 persen, yaitu bawang putih, bawang merah dan tomat sayur,” ujar Kepala BPS Jatim Teguh Pramono di Surabaya, Kamis (2/5/2019)..

Dia mengatakan, tingginya permintaan bawang putih, tidak dapat diimbangi oleh pasokan yang cukup di pasaran, membuat harga bawang putih mengalami peningkatan. Hal ini membuat bawang putih menjadi komoditas utama pendorong inflasi.

“Bawang merah juga mengalami kenaikan yang disebabkan karena saat ini sedang di luar masa panen. Sementara itu, faktor cuaca yang sering terjadi hujan menyebabkan harga tomat sayur turut mengalami kenaikan. Pada musim hujan, banyak petani yang mengalami gagal panen sehingga harga tomat sayur menjadi melambung tinggi,” tambanya.

Secara umum, pada bulan April 2019 dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami inflasi dan dua kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 1,50 persen, diikuti kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,40 persen.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau sebesar 0,19 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,19 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar sebesar 0,04 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok Sandang sebesar 0,14 persen dan kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga sebesar 0,002 persen.

“Selain komoditas-komoditas pendorong laju inflasi di atas, beberapa komoditas menjadi

penghambat terjadinya inflasi di bulan April 2019 ini. Tiga komoditas utama yang menghambat terjadinya inflasi ialah beras, daging ayam ras, dan tarif listrik. Seperti halnya bulan sebelumnya, beras masih menjadi komoditas utama penghambat inflasi,” katanya.

Pada bulan April, harga beras masih mengalami penurunan. Komoditas lain yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam ras, hal ini disebabkan oleh banyaknya pasokan sementara permintaan tidak terlalu banyak.

Sementara itu, per tanggal 1 Maret 2019, tarif listrik mengalami penurunan. Tarif listrik yang

mengalami penurunan adalah khusus untuk pelanggan Rumah Tangga Mampu golongan R-I 900 VA. Hal ini membuat tarif listrik menjadi salah satu komoditas yang menahan laju inflasi April 2019.

Adapun laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di bulan April 2019 mencapai 0,74 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2019 terhadap April 2018) mencapai 2,58 persen. kbc6

Bagikan artikel ini: