Jaring ide kreatif, Bosch gelar kompetisi Internet of Things di Surabaya

Jum'at, 3 Mei 2019 | 10:58 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai perusahaan teknologi dan informasi (TI) Bosch berkomitmen menjaring ide-ide kreatif dari Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, termasuk Surabaya. Untuk itu, Bosch akan menggelar ajang kompetisi bergengsi “Bosch IoT Hackathon 2019” di empat kota.

“Surabaya menjadi kota pertama. Ajang digital natives ini sebagai wadah generasi muda Surabaya untuk berkreasi mencipta solusi Internet of Things. Bosch akan memberikan dana dukungan pengembangan ide hingga senilai Rp 100 juta,” ujar Managing Director of PT Robert Bosch Automotive, Toto Suharto di kantor Bosch Surabaya, Kamis (2/5/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Indonesia telah bertransformasi menjadi ekosistem bisnis Internet of Things (IoT) bernilai sekitar Rp 444 triliun pada 2022 mendatang. Saat ini, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari 140 juta pengguna. Dan Bosch sebagai ahli dalam bidang IoT terbukti berhasil memasarkan 52 juta produk yang bisa diaktifkan melalui situs web (web-enabled), secara global, pada 2018 lalu.

“Untuk pengembangan penemuan inilah kemudian kami melaksanakan ajang yang  digelar pada Oktober 2019 mendatang. Ajang ini bertujuan menumbuhkan kreativitas dan semangat inovasi di kalangan digital natives di Indonesia, yakni para maker, data scientist, hacker, IoT enthusiast dan developer,” tambahnya.

Kompetisi ini berformat hackathon menantang sejumlah peserta untuk secara berkelompok saling berpacu menyusun dan mengembangkan ide sampai ke model bisnisnya, kemudian mempresentasikannya di hadapan tim juri hanya dalam waktu 60 jam.

“Bosch IoT Hackathon 2019 akan menyatukan para digital natives untuk beradu ide di ranah IoT guna memecahkan problematika di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan manufaktur pintar, mobilitas pintar, kota pintar, agrikultur pintar serta solusi IoT untuk peningkatan kualitas lingkungan,” ujar Toto Suharto,

“Harapan Bosch, lewat hackathon perdana kami, akan lahir produk atau layanan IoT yang orisinal dan khas bagi masyarakat Indonesia. Secara global, Bosch telah menjalankan hackathon sejak 2014 dan telah menjadi ajang tahunan yang prestisius,” kata Managing Director PT Bosch Rexroth Hasbi Lubis.

Untuk menyosialisasikan kompetisi tersebut, Bosch menggelar rangkaian pelatihan (Bosch Class) dan temu wicara (Bosch Talk) di Surabaya, Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, yang turut melibatkan pemerintah, akademisi dan pelaku industri. Di setiap kota, Bosch telah mengkustomisasi tema Bosch Talk sesuai keunggulan dan ciri masing-masing area: smart manufacturing di Surabaya, smart mobility di Jakarta, smart cities di Bandung, smart agriculture/aquaculture di Yogyakarta.

“Tema manufaktur pintar atau smart manufacturing tepat merepresentasikan Surabaya, mengingat kota ini dan wilayah di sekitarnya menjadi salah satu sentra manufaktur penting di Indonesia,” lanjutnya.

Selain untuk menggaet calon peserta hackathon, lewat rangkaian sosialisasi di berbagai kota, Bosch juga berupaya memancing keingintahuan khalayak yang lebih luas terhadap IoT guna menumbuhkan kekritisan terhadap kondisi sekitar dan memupuk semangat berinovasi - terutama di kalangan generasi muda.kbc6

 

Bagikan artikel ini: