Kementan: B100 tidak berbenturan dengan ketahanan pangan

Selasa, 30 April 2019 | 06:29 WIB ET
Kabalitbang Kementan Fadjry Djufry.
Kabalitbang Kementan Fadjry Djufry.

BOGOR, kabarbisnis.com: Balitbang Kementerian Pertanian (Balitbangtan ) meyakini pengembangan energi biodiesel B 100 tidak akan berbenturan dengan ketahanan pangan pangan nasional.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan pemanfaatan produk crude palm oil (CPO)/minyak sawit murni  100% sebagai bahan bakar nabati (BBN) untuk kendaraan sebagai pilihan bagi Indonesia tidak bergantung semata-mata ekspor Uni Eropa (UE). Kampanye hitam dan tindakan diskrimantif  terhadap produk minyak sawit menyebabkan komoditas primadona ekspor pertanian  nasional terancam masuk di 28 negara UE di tahun 2030 mendatang.

Selain itu, pengembangan B100 juga sebagai alternatif  penghematan devisa. Pasalnya, setiap tahunnya Indonesia mengimpor solar hingga 16 juta kiloliter (KL). Mentri Pertanian Amran Sulaiman,pada uci coba penggunaan B 100 pertengahan April lalu, potensi Indoe

“Dengan minyak sawit sekarang kita bisa menghemat devisa. Ini (pengembangan B100 red)  declaire kepada dunia. Tidak hanya mampu menggunakan B 20 dan B 30 (untuk pembangkit listrik red),” ujar Fadjry kepada wartawan di sela pembukaan acara Tarhib Ramadhan Balitbangtan di Bogor, Senin (29/4/2019).

Fadjry menjelaskan saat ini ekspor minyak sawit Indonesia ke UE mencapai 4,7 juta ton atau 14,7% dari total ekspor sebesar 32 juta ton. Produk sawit asal Indonesia merupakan saingan utama bagi komoditas minyak bunga matahari yang diproduksi Eropa.

Menurut Fadjry skenario pengalihan ekspor minyak sawit sebesar 4,7 juta ton inilah menjadi peluang bagi stakeholders untuk menambah bahan baku pengembangan B 100 di dalam negeri. Meski Balitbangtan juga sudah merintis pengembangan bahan bakar energi dari tanaman kemiri sunan dan  jarak pagar, namun Menteri Pertanian Amran Sulaiman memprioritaskan minyak sawit sebagai bahan baku BBN.

“Kita punya 31 tanaman yang potensial dikembangkan sebagai bahan bakar energi pengganti fosil. Tapi kita kembangkan dari sawit karena paling siap. Luas areal tanaman sawit lebih dari 14 juta hektare. Tanaman jarak pagar tetap menjadi alternatif untuk dikembangkan di lahan kritis dan galian eks tambang,” terangnya.

Data Ditjen Perkebunan menyebutkan dengan luas areal tanaman sawit sebesar 14 juta juta ha maka Indonesia berpotensi menghasilkan minyak sawit hingga 56 juta ton. Adapun Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebutkan konsumsi minyak sawit domestik hanya berkisar 10 juta ton .

Balitbangtan tengah mengembangkan reaktor biodisel multifungsi yang sudah mencapai generasi ke 7. Mesin ini dapat mengolah 1.600 liter bahan baku setiap hari. Selain itu, Balitbangtan juga mengembangkan infrastruktur serupa namun dengan kapasitas biodisel yang  lebih besar yakni 3.000 liter selama delapan jam. “Produk B 100 sudah sesuai Standar Nasional Indonesia,” terangnya.

Ketika dalam uji coba pada kendaraan dinas, Mentan Amran Sulaiman memaparkan penggunaan B100 pada kendaraan bermotor maupun alsintan lebih hemat 30% dibandingkan dengan penggunaan solar. Jangkauan per 1 liter B 100 mencapai 13,1 kilometer, sementara solar dapat menjangkau 9,6 km.

Berkaitan kegiatan Tarhib Ramadhan yang berlangsung selama dua hari diisi berbagai kegiatan sosial , aneka lomba Islami, pasar murah dan pameran tenant teknologi Balitbangtan. Fadjry menambahkan kegiatan ini sekaligus desiminasi teknologi mitra UMKM  Balitbangtan di 17 provinsi.

Bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan dan Korpri Balitbangtan itu juga membagikan 3.000 paket sembako yang terdiri dari beras 5 kg, gula pasir 2 kg dan minyak goreng 2 liter kepada para tenaga kontrak di lingkup Balitbangtan Kementan. kbc11

Bagikan artikel ini: