Biro perjalanan wisata mulai gencar promosikan even MotoGP di Mandalika

Rabu, 24 April 2019 | 14:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mulai tahun 2021, Indonesia akan menggelar seri balap motor dunia MotoGP. Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat didapuk menjadi penyelenggara ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.

Hal ini membuat operator tour atau biro perjalanan wisata mulai bersiap menggarap potensi tersebut dengan membuat produk wisata pendukung. Salah satunya PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) yang bersiap menjadikan Mandalika sebagai salah satu destinasi yang ditawarkan.

"Iya, kalau disiapkan dengan baik, potensi (MotoGP) menarik wisatawan mancanegara itu besar," ujar AB Sadewa, Sekretaris Perusahaan PDES, Selasa (23/4/2019)

Dirinya mengatakan bahwa penyelenggara harus lebih siap untuk menggelar event tersebut, khususnya persoalan tiket. Berkaca pada tiket Asian Games lalu, yang baru dijual untuk wisatawan mancanegara H-30, membuat kesulitan operator tour membundling paket wisata.

"Organizer harus menyiapkan masalah ticketing dari jauh-jauh hari, karena wisman mau nonton Moto GP itu yang dikejar tiketnya dulu, baru tiket pesawat, hotel dan lainnya," lanjutnya.

Seperti gelaran Olimpiade Tokyo tahun depan yang sudah mulai menjual tiket sejak setahun sebelumnya. Bila persoalan ticketing bisa dihandle dengan baik, gelaran Moto GP di Indonesia dipastikan menjadi salah satu magnet wisata bagi pecinta balap motor dari seluruh dunia.

"Harusnya untuk menarik wisman datang disiapkan misalnya ticketing mulai dijual 6-8 bulan sebelumnya, dijual early bid, promo dan lainnya. Jadi ini harus ada kerjaan setahun sebelumnya," lanjutnya.

Yang jelas, dirinya belum mau membeberkan produk apa yang ditawarkan terkait dengan Moto GP. Namun yang jelas, kalau terkait reservasi tiket bisa dilakukan jauh-jauh hari, wisatawan mancanegara akan berduyun-duyun menonton seri Moto GP di Indonesia pada 2021 mendatang.

"Pasti kan berbeda wisman yang pergi untuk suatu event kemudian kita tawarin produk tour, tidak akan sepenuhnya diconvert kecuali half day tour activity yang tidak pergi jauh-jauh dari Lombok," tutupnya. kbc10

Bagikan artikel ini: