Industri 4.0 bakal genjot produktivitas dan efisiensi hingga 40%

Kamis, 18 April 2019 | 15:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai penerapan Industri 4.0 diyakini mampu membawa manfaat  bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan memberikan dampak peningkatan pada produktivitas dan efisiensi hingga 40%.

Kemenperin bertekad untuk terus mengajak seluruh sektor manufaktur di Tanah Air agar siap menghadapi dan menerapkan teknologi era digital.“Berarti untungnya juga bisa naik 40%. Maka, bayar pajaknya pun bertambah. Pemerintah juga memperoleh keuntungan. Ini salah satu manfaat penerapan Industri 4.0,"ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin.

Airlangga melihat setidaknya ada empat hal penting dalam implementasi industri 4.0. Pertama ialah soal pemanfaatan teknologi. Kedua, perlunya investasi untuk mendukung ketersediaan teknologi.

Selanjutnya, adalah pendidikan yang ditransformasi untuk memberikan retraining bagi SDM industri. Terakhir, inovasi itu sendiri karena merupakan kunci industri 4.0."Untuk itu, Kemenperin sudah melakukan MoU dengan Fraunhofer Jerman dan National Research Center di Korea Selatan sehingga pelaku industri di Indonesia bisa masuk dalam level yang sama dengan negara-negara lain," tuturnya

Airlangga menambahkan penerapan Making Indonesia 4.0 diharapkan dapat mendorong industri Tanah Air sehingga mampu tampil maksimal di mata dunia karena Indonesia merupakan official partner country di Hannover Messe 2020. Indonesia menjadi partner country pertama dari Asean pada induk pameran industri di Eropa ini, sekaligus tempat kelahiran industri 4.0.

"Pameran ini berpeluang menjadi show case kemampuan industri Indonesia, terutama untuk menarik investasi maupun membuka pasar ekspor bagi Indonesia. Kita juga memperoleh dukungan Pemerintah Jerman untuk mempromosikan Indonesia di pasar global," tegasnya.

Dia juga berharap, sebagai partner country Hannover Messe 2020, Indonesia dapat mempercepat adopsi teknologi serta membuka kesempatan industri internet of things (IoT) untuk meningkatkan industri elektronika di dalam negeri."Selain itu, juga bisa membangun innovation center termasuk mengembangkan klaster Silicon Valley di Indonesia, yang salah satu prototipenya sudah ada di Serpong," terangnya.

Menperin mengatakan salah satu langkah selanjutnya yang ditempuh Kemenperin adalah membangun innovation center setara dengan digital capability center di Singapura melalui kerja sama dengan penyedia teknologi, penyedia software (tier II), serta industri yang siap menjadi pionir."Ada sekitar 20 perusahaan Indonesia yang menjadi member digital capability center di Singapura, artinya sudah banyak yang siap masuk era industri 4.0," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: