Belanja iklan Pemilu di TV capai Rp602,98 miliar, partai mana yang paling getol?

Kamis, 18 April 2019 | 08:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan riset marketing PT Sigi Kaca Pariwara merilis data terbaru tentang tren belanja iklan televisi selama periode kampanye terbuka di Pilpres 2019 dan Pileg 2019 ini.

Data riset ini diambil Adstensity, produk monitoring iklan televisi milik PT SIGI Kaca Pariwara, berdasarkan rekaman semua iklan televisi di 13 stasiun TV nasional, meliputi RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV, TransTV, Trans7, Global TV, MetroTV, TVOne, ANTV, Kompas TV, Net TV, dan TVRI.

A. Sapto Anggoro dari Sigi Kaca Pariwara dalam publikasi risetnya kepada Tribunnews menyebutkan, selama periode 21 hari kampanye terbuka mulai 24 Maret – 13 April 2019 menunjukkan total belanja iklan di 13 stasiun TV nasional mencapai Rp 602,98 miliar dengan total 14.234 iklan televisi (tvc).

"Data Adstensity ini menghitung iklan-iklan televisi di dalam jeda iklan (commercial break) dan tidak menghitung apabila ada iklan televisi yang dibuat dalam bentuk atau bagian dari sebuah program acara khusus," sebut Sapto.

Sepanjang masa kampanye terbuka, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) paling banyak muncul di televisi sejumlah 1.277 iklan dengan total belanja Rp. 42,84 miliar. Namun, pebelanja iklan televisi pada kategori partai politik ditempati Partai Perindo dengan nilai Rp 82,73 miliar. 

Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo merupakan pemilik grup Media Nusantara Citra (MNC) dan memiliki 3 stasiun TV nasional, yaitu RCTI, MNC TV dan Global TV. Dari sisi iklan, Perindo berada pada posisi ke-2 dengan 1.220 iklan.

Di posisi ke-3, yaitu Partai Hanura dengan 1.053 iklan dan belanja iklan sebesar Rp40,16 miliar. Posisi ke-4 dan ke-5 belanja terbanyak adalah Partai NasDem dengan 800 iklan dengan belanja iklan Rp30,20 miliar, dan Partai Golkar dengan 659 iklan dengan belanja iklan sebesar Rp 35,46 miliar. 

Partai Garuda menempati posisi ke-6 dengan 551 iklan. Selanjutnya di posisi ke-7 dan ke-8 ditempati oleh Partai Kebangkitan Bangsa dengan 532 iklan dan Partai Demokrat dengan 528 iklan.

Posisi ke-9 dan ke-10  ditempati oleh PDI Perjuangan dengan 522 iklan dan PAN dengan 424 iklan.

Yang menarik, belanja iklan Partai Gerindra tergolong paling kecil, hanya muncul dengan 200 iklan senilai Rp 7,71 miliar dan berada di urutan ke-16 partai yang beriklan di televisi.

Dari tiga besar partai-partai politik yang beriklan, iklan PSI paling banyak muncul di tiga stasiun televisi, yaitu Trans TV dengan total 192 iklan dan nilai belanja iklan Rp 4,06 miliar, Trans 7 sejumlah 191 iklan dengan nilai belanja iklan Rp 4,36 miliar, dan Indosiar dengan 185 iklan dengan nilai belanja iklan Rp 9,81 miliar.

Sedangkan Partai Perindo beriklan terutama di tiga stasiun televisi, yaitu RCTI dengan total 276 iklan dan nilai belanja iklan Rp 31,04 miliar, MNC TV sejumlah 262 iklan dan nilai belanja iklan RP 20,16 miliar, serta Global TV sebanyak 261 iklan dengan nilai belanja iklan Rp 14,44 miliar.

Sementara, Partai Hanura banyak beriklan di tiga stasiun televisi, yaitu di TV One dengan total 205 iklan dan nilai belanja iklan Rp 7,87 miliar, ANTV dengan total 196 iklan dan nilai belanja iklan Rp 12,09 miliar, dan TVRI dengan total 184 iklan dan nilai belanja iklan Rp 1,11 miliar.

Untuk kategori pasangan capres-cawapres, riset Sigi Kaca Pariwara selama periode Kampanye Terbuka 2019 menunjukkan, iklan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin paling sering tampil di televisi dengan 2.031 iklan dengan total belanja iklan Rp 89,27 miliar.

Sementara, pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan 1.467 iklan senilai total belanja Rp 76,09 miliar.

Belanja iklan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin paling besar di tiga stasiun televisi yaitu RCTI dengan jumlah total Rp 13,68 miliar dari 194 iklan, disusul di SCTV dengan jumlah total Rp 11,84 miliar dari 170 iklan, dan MNC TV senilai Rp 10,97 miliar dari total 199 iklan.

Sedangkan pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno paling banyak di tiga stasiun televisi, yaitu SCTV dengan total belanja Rp 16,84 miliar dari 189 iklan, Indosiar dengan total Rp 13,40 miliar dari 174 iklan, dan di RCTI dengan total Rp 7,71 miliar dari 136 iklan.

Jika dilihat total pendapatan media televisi dengan pendapatan terbesar adalah SCTV sebesar Rp 108,53 miliar. Stasiun televisi ke-2 adalah Indosiar dengan Rp. 97,72 miliar, posisi ke-3 dengan TVOne dengan Rp 82,49 miliar dan ke-4 RCTI Rp. 60,69 miliar.

Kemudian,  ANTV pada posisi ke-5 yang pendapatan sebesar Rp46,29 miliar, lalu Metro TV dengan pendapatan Rp 46,11 miliar dan MNC TV pada posisi ke-7 dengan pendapatan sebesar Rp 40,66 miliar.

Global TV berada di posisi ke-8 dengan pendapatan Rp. 39,98 miliar. Posisi ke-9 dan ke -10 adalah Trans TV dengan pendapatan Rp.24,86 miliar dan Kompas TV dengan pendapatan Rp. 24,75 miliar.

Posisi ke-11 sampai dengan ke-13 adalah Trans 7 dengan pendapatan Rp 18,10 miliar. TVRI dengan pendapatan Rp 7,26 miliar dan NET dengan pendapatan Rp. 5,53 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: