Pelaku usaha tertantang kehadiran industri 4.0

Senin, 15 April 2019 | 08:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para pelaku bisnis dituntut harus siap menuju era industri 4.0 sebagai peluang dan tantangan baru dewasa ini. Untuk itu dibutuhkan kecepatan, ketepatan dan transparansi data agar bisa bersaing di era tersebut.

"Sebagai pelaku bisnis saya justru melihat tantangan tersebut sebagai peluang untuk membangun organisasi yang lebih kuat dan bermartabat," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/4/2019).

Dikatakannya, Kadin sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam pembuatan dan implementasi, serta sebagai tolak ukur atas barometer utama kesiapan dunia usaha dalam menyongsong dunia industri 4.0, maka dirinya berharap implementasi antara dunia usaha dengan pemerintah harus sejalan.

"Kalau menjadi mitra pemerintah, maka paling tidak kita bisa mengikuti apa yang sudah menjadi program pemerintah atau bisa memberi masukan tentang kondisi dunia usaha itu seperti apa. Dalam hal ini, implementasi antara dunia usaha dengan pemerintah itu harus sejalan," papar Dewi yang juga sebagai Calon Ketua Umum Kadin DKI Jakarta periode 2019-2024.

Lebih jauh dia mengatakan, perkembangan dunia usaha yang semakin cepat dapat mendorong pelaku usaha untuk merubah kebijakan maupun implementasi dalam usahanya.

Jakarta sebagai ibu kota negara RI, lanjut Diana, dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa di mana bisnis ini sangat rentan terhadap perubahan. "Salah satunya adalah perubahan di sektor tekhonologi," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menyebut kebutuhan tenaga kerja digital di e-commerce ratusan ribu. Sedangkan yang sudah terpenuhi 60-70% sisanya perusahaan masih mencari.

Kebutuhan paling besar ada di posisi software engineer karena satu perusahaan digital butuh 30-50% dari total pegawai mereka. “Lulusan IT itu semua bisa jadi software engineer tapi tetap tidak bisa memenuhi,” ungkapnya.

Product manager juga menjadi bagian dari talenta digital yang langka dan sangat dibutuhkan. Sebab tidak ada sekolah atau jurusan khusus untuk bagian ini. Seorang product manager harus memiliki kemampuan teknik dan kemampuan bisnis.

“Product manager tentu harus memiliki pengalaman. Biasanya ada dua cara mendapatkan, mereka yang sedang bekerja di luar negeri lalu dipanggil pulang. Kedua, orang yang sudah lama di perusahaan lalu dilatih untuk menjadi product manager. Di industri konvensional ada juga product manager namun di industri digital lebih rumit,” katanya.

Posisi lain di perusahaan digital ialah data scientist tugasnya tentu mengamati data, sebab semua data di digital bisa diukur. “Ada juga behavior scientist menganalisa kebiasaan pengguna. Kenapa pengguna memilih produk ini, bukan yang lain,” jelas Untung. kbc10

Bagikan artikel ini: