Saat coblosan, beban listrik Jawa-Bali diperkirakan turun 5.000 MW

Senin, 15 April 2019 | 08:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) memperkirakan beban listrik akan mengalami penurunan pada hari pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang. Di sistem Jawa-Bali, penurunan beban listrik diperkarakan sekitar 5.000 MW.

“Pada saat acara, tanggal 17 April nanti, beban puncak siang rata-rata 15.000 MW, rata-rata (hari biasa) sekitar 20.000 MW, jadi turun sekitar 5.000 MW," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin seperti dikutip dari laman Sekretaris Kabinet, Minggu (14/4/2019).

Dipaparkannya, beban puncak malam 22.000 MW dan rata-rata (hari biasa) 26.000-27.000 MW, artinya ada penurunan sekitar 5.000 MW. "Jadi secara sistem kita cukup,” imbuh Amir.

Penurunan beban listrik tersebut karena industri yang mengkonsumsi tenaga listrik yang sangat besar dan perkantoran berhenti beroperasi. Seperti diketahui, pemerintah memutuskan 17 April 2019 menjadi hari libur nasional.

PLN memastikan, pasokan tenaga listrik selama H-7 sampai H+7 pemungutan suara pada Sistem Kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi cukup.

Sebelumnya, PLN menetapkan Periode Siaga Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2019 tanggal 17 Maret s.d 24 April 2019. Hal ini dilakukan agar pasokan listrik tetap andal dan aman.

Pada periode tersebut, PLN meningkatkan kesiagaan menjaga keandalan dan kualitas pasokan listrik pada semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) supaya berjalan Normal.

PLN juga menyiapkan kecukupan pasokan daya dan cadangan sistem, serta menyiapkan pembangkit dan transmisi agar pasokan listrik selama periode Pemilu tetap terpenuhi. kbc10

Bagikan artikel ini: