Empat bulan, KKP tangkap 38 kapal ikan ilegal

Jum'at, 12 April 2019 | 19:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menangkap 38 kapal ilegal sejak Januari sampai 11 April 2019. Rinciannya, ada 15 unit kapal dari Vietnam, 13 unit Malaysia, dan 10 unit kapal Indonesia yang tak berizin.

Total, kementerian yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti ini telah menangkap 582 kapal ikan ilegal sejak 2014. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman menyatakan proses penangkapan kapal ikan ilegal melalui patroli yang integrasi dengan operasi udara (airborne surveillance). Selain itu, informasi dari masyarakat melalui SMS Gateway juga jadi aspek yang penting.

"Ada 19 hari operasi di Pangkalan Operasi Natuna, Banjarmasin, Manado, dan Batam, meliputi Wilayah Penangakpan Perikanan (WPP) 711, 712, 713, dan 716," kata Agus di Jakarta,Jumat (12/4/2019).

KKP juga melaksanakan operasi penertiban alat bantu penangkapan ikan dengan rumpon ilegal. Setidaknya, selama tiga bulan pertama 2019, Kapal Pengawas (KP) Orca 04 telah menertibkan sebanyak 9 unit rumpon di perairan Sulawesi Utara. Rumpon membatasi pergerakan tuna sehingga menjadi salah satu alat tangkap yang dilarang. Saat ini, menurut Agus, Indonesia telah menjadi pemsasok ikan tuna terbesar dunia.

"Nelayan tradisional kita sekarang bisa mendapatkan banyak ikan tuna sehingga Indonesia memiliki neraca perdagangan tuna tertinggi di dunia,” ujarnya.

Keterangan KKP, Indonesia menguasai 16% pangsa pasar tuna dunia. Tuna asal laut Nusantara menjadi komoditas yang memenuhi permintaan Jepang, Amerika Serikat, Uni-Eropa, Korea, dan Hongkong.

Selain itu KKP turut mengakomodasi pengembalian nelayan Indonesia yang tertangkap karena melakukan penangkapan ikan tanpa izin di negara lain. Rinciannya, 6 orang yang pulang dari Malaysia, 18 orang pulang dari Timor Leste, dan 14 orang pulang dari Myanmar. Total ada 36 nelayan Indonesia.kbc11

Bagikan artikel ini: