Komunitas online perempuan tertua di Indonesia sebarkan virus 'Go digital'

Minggu, 7 April 2019 | 19:01 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Woman Online Community Surabaya (Wosca) berkomitmen untuk terus menularkan virus entrepreneur berbasis digital kepada seluruh perempuan di Indonesia. Berbekal pengalaman yang mereka miliki selama delapan tahun, Wosca mengajak perempuan Surabaya untuk 'Go digital'.

Presiden Wosca sekaligus founder womanblitz.co Lilis Rolina mengatakan bahwa bisnis di era digital masih menyisakan peluang besar untuk Perempuan. Karena sejujurnya dunia digital sangat unik dan inovatif, tanpa mengenal jenis kelamin.

“Walaupun kebanyakan tokoh-tokoh sukses di balik bisnis raksasa berplatform digital tersebut adalah laki-laki, seperti Mark Zuckerberg, Jack Ma dan Larry Page, namun itu bukan berarti perempuan tidak bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Karena dunia digital tidak mengenal gender, tidak mengenal jenis kelamin. Siapa yang inovatif dan bisa membaca peluang pasar, maka ia akan menjadi pemenang,” ujar Lilis Rolina di Surabaya, Sabtu (6/4/2019).

Untuk itu, dalam rangka merayakan momentum 8 tahun kebersamaan, Wosca mengajak perempuan Surabaya untuk lebih memanfaatkan teknologi digital. Dalam Kesempatan tersebut, ada delapan perempuan Inspiratif yang berkecimpung di dunia digital dengan varian bisnis yang beragam hadir sebagai narasumber dan berbagi pengalaman.

Kedelapan perempuan ini secara marathon berbicara tentang bagaimana menciptakan bisnis di era digital, branding bisnis, networking dalam berbisnis, keseimbangan bisnis lewat sosial, mengupdate ilmu digital, mengenal investor untuk pengembangan bisnis, memaksimalkan bisnis dengan sosial media dan bagaimana melakukan diversifikasi bisnis.

Wosca jiga  mengajak 160 perempuan Surabaya yang hadir untuk memaksimalkan bisnis mereka melalui Line dan Instagram melalui mini workshop. Tak cuma itu , perwakilan jasa pengiriman , Lion Parcel juga memberikan tips mengemas paket untuk bisnis online.

“Dari sini kami ingin  memberikan informasi bagaimana memanfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk berdaya dari rumah dan meningkatkan perekonomian keluarga dengan memanfaatkan sosial media untuk transaksi jual beli online. Bagaimana memanfaatkan teknologi canggih dengan hal yang positif yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi para wanita,” tandasnya.

Owner Tokozio Design, Dian Natalia mengatakan bahwa Wosca telah memberinya banyak kemanfaatan, mulai dari luasnya jejaring hingga peningkatan permintaan dari konsumen. “Target pasar saya sangat pas, di sini tempat berkumpulnya owner, mereka butuh desain logo dan lain sebagainya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pemilik OLShop Bundainashop, Diana Oktafi Yuki berbagi tips untuk memulai berbisnis online dan bagaimana bisa bertahan. “Berbisnis online itu sangat mudah, tidak harus memiliki produk, apa yang ada di sekitar kita bisa dijual. Jadi jangan takut untuk memulai berbisnis, lakukan dan jalani dulu apa adanya. Jangan takut rugi dan jangan takut tidak berhasil,” kata Diana.

Ia juga bercerita bagaimana memulai bisnis online hanya dengan modal “nekat” dengan omset yang masih sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu perbulan sampai akhirnya berkembang. Dan saat ini omsetnya mampu menembus Rp 30 juta hingga Rp 60 juta per bulan.kbc6

Bagikan artikel ini: