Puding millenial Puyo Desserts, buka tiga outlet di Surabaya

Kamis, 4 April 2019 | 19:18 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Puyo Desserts kian melebarkan sayapnya di berbagai daerah. Setelah sukses di wilayah Jabodetabek, Bandung dan Karawang dengan jumlah outlet sekitar 55 unit, maka pada tahun ini startup milik duo bersaudara Adrian Christopher Agus dan Eugenie Patricia Agus ini mencoba membuka peruntungannya di Surabaya dengan membuka tiga outlet.

Saat sharing pengalaman dengan mahasiswa perhotelan UK petra, Nini, panggilan Eugenie Patricia Agus mengatakan bahwa usaha yang ia geluti saat ini sebenarnya berawal dari keinginannya untuk mengenalkan puding resep ayahnya ke masyarakat luas karena keunikan rasa, tekstur dan bahan. Ia memulai bisnis hanya bermodal Rp 5 juta di tahun 2013.

“Papa itu jago masak, suka berinovasi dengan berbagai bahan makanan. Puding ini adalah salah satu resep dari papa. Kami coba tawarkan ke teman-teman dan juga lewat online. Ternyata banyak yang suka, katanya bisa disrup,” aku Nini di Surabaya, Kamis (5/4/2019).

Selain promosi lewat online, ia juga mengaku kerap memberikan dengan cuma-cuma kepada banyak kalangan agar mereka mengetahui keunikan silky desserts yang diproduksi. Dan besok, saat pembukaan outlet Puyo Desserts di Pakuwon Mall dan East Coast ia juga akan membagi 250 pack pudding Puyo berbagai rasa kepada konsumen di Surabaya. Harapannya, agar masyarakat Surabaya kian mengenal Puyo. 

“Target kami setiap mall di Surabaya ada outlet Puyo, seperti yang di Jabodetabek. Karena disini kami sudah memiliki kitchen sendiri, sehingga bisa memenuhi permintaan masyarakat Surabaya. Kami terus melakukan survei dan uji coba berbagai jenis rasa yang diminati masyarakat. Saat ini varian puding Puyo ada sekitar 20 jenis , yang terlaris adalah rasa bubble gum, coklat, mango dan green tea,” terang Nini.

Di akhir kesempatan ia berpesan kepada mahasiswa UK Petra agar tidak malu mencoba dan tidak malu belajar, dari siapapun, dari buku, dosen, orang-orang sekitar, adik dan lain sebagainya. berbisnis tidak harus dimulai dengan investasi yang besar, karena dengan investasi kecil pun akan menjadi besar jika mau bersabar dan tidak gampang tergiur untuk mengambil hasil lebih banyak. 

“Sampai saat ini saya masih digaji. Keuntungan dari Puyo dari awal hingga saat ini tidak pernah saya ambil, saya hanya ambil dari gaji saya. Keuntungan Puyo hanya untuk pengembangan outlet Puyo. Cita-cita saya, Puyo tidak hanya berkibar di dalam negeri tetapi bisa go internasional,” katanya.

Dengan penambahan tiga outlet di Surabaya, maka Puyo Desserts sudah memiliki lebih dari 58 cabang serta berhasil mengantarkan pada pendirinya masuk dalam daftar “30 Under 30 Asia” versi majalah Forbes Asia pada tahun 2018. 

Puyo Desserts tidak hanya membuka lapangan pekerjaan bagi 250 orang, namun juga memiliki visi untuk menjadi brand asal Indonesia yang berkelas dunia dengan membagikan kebahagian kepada setiap penikmatnya. 

“Kami juga berkomitmen untuk  aktif menjalankan program Puyo Peduli yang beberapa kali juga menggaet figur publik seperti Chelsea Islan dan Vidi Aldiano untuk mengajak para penikmat Puyo untuk bersama-sama berbagi kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan,” tambahnya. 

Sebagai contohnya, Puyo telah berhasil membangun sebuah perpustakaan di Kampung Roe, Flores - Nusa Tenggara Timur bersama dengan Taman Bacaan Pelangi.kbc6

Bagikan artikel ini: