Barata garap proyek tangki LPG Pertamina

Senin, 1 April 2019 | 19:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Barata Indonesia (Persero) memulai pengerjaan proyek pembangunan tangki LPG pressurized Kupang milik PT Pertamina (Persero). Hal itu ditandai dengan ground breaking proyek LPG di Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Acara ground breaking tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrasruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo yang didampingi Direktur Utama Barata Indonesia, Oksarlidady Arifin, serta Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Barata Indonesia sebagai kontraktor pelaksana akan membangun dua tangki LPG yang masing-masing memiliki kapasitas 500 metrik ton. Proyek senilai Rp 142 miliar ini memiliki masa pengerjaan sekitar 18 bulan.

Oksarlidady Arifin mengatakan proyek tersebut bukanlah proyek tangki dan terminal pertama yang ditangani oleh perusahaan. Di bidang minyak dan gas, Barata Indonesia memiliki pengalaman panjang memproduksi berbagai macam tangki, baik tangki bertekanan atau pun yang tidak bertekanan lengkap dengan fasilitas pendukung lainnya.

"Ini membuktikan Barata Indonesia memiliki kapabilitas yang cukup. Peran dalam pembangunan infrastukrur minyak dan gas sudah diakui oleh para pemilik pekerjaan karena hasil pekerjaan selama ini proven (terbukti) dalam hal kualitas," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Selain itu, Dady–panggilan akrab Oksarlidady Arifin–dalam seremoni ground breaking tersebut, berharap proyek tersebut bisa berjalan dengan lancar dan dapat diselesaikan secara tepat waktu.

Di sisi lain, Gandhi Sriwidodo menyampaikan pembangunan LPG di Tenau Kupang merupakan salah satu program untuk mendukung program konversi LPG di wilayah Indonesia Timur. Sehingga, Indonesia wilayah Timur juga bisa menikmati harga gas yang wajar.

"Ini juga merupajan salah satu upaya kami dalam meningkatkan ketahanan energi nasional," ujarnya di sela acara ground breaking.

Selain proyek tangki LPG pressurized Kupang, tahun ini Barata Indonesia juga mendapatkan beberapa proyek di bidang minyak dan gas, di antaranya, tangki LPG pressurized Bima, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tegal yang sebentar lagi selesai pembangunannya, serta TBBM Belawan.kbc11

Bagikan artikel ini: