Barata Indonesia garap proyek tanki LPG Pertamina di Kupang

Senin, 1 April 2019 | 17:53 WIB ET

KUPANG, kabarbisnis.com: PT Barata Indonesia (Persero) secara resmi memulai pengerjaan proyek pembangunan Tanki LPG Pressurized Kupang milik PT Pertamina (Persero) yang ditandai dengan groundbreaking di Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (1/4/2019).

Peresmian groundbreaking dihadiri oleh Direktur Logistic Supply Chain dan Infrasruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo, dan Direktur Utama Barata Indonesia, Oksarlidady Arifin, serta Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat.

Direktur Utama Barata Indonesia, Oksarlidady Arifin, mengatakan, nantinya dalam Proyek Tanki LPG Pressurized Kupang itu Barata Indonesia sebagai kontraktor pelaksana akan membangun dua tanki LPG yang masing-masing memiliki kapasitas 500 Metrik Ton (MT). Proyek senilai Rp 142 miliar ini, memiliki masa pengerjaan sekitar 18 bulan.

"Proyek ini bukanlah proyek tanki dan terminal pertama yang dikerjakan Barata Indonesia," kata Oksarlidady.

Oksarlidady mengatakan, sebelumnya di sektor minyak dan gas Barata Indonesia telah memiliki pengalaman panjang memproduksi berbagai macam tanki, baik tanki bertekanan ataupun yang tidak bertekanan lengkap dengan fasilitas pendukung lainnya. Ini membuktikan bahwa Barata Indonesia memiliki kapabilitas yang cukup. Peran dalam pembangunan infrastruktur oil and gas sudah diakui oleh para pemilik pekerjaan karena hasil pekerjaan selama ini sudah terbukti dalam hal kualitas.

"Kami berharap proyek yang sedang kami kerjakan ini juga bisa berjalan dengan lancar dan dapat diselesaikan secara tepat waktu,” ungkap Oksarliday.

Selain proyek tanki LPG Pressurized Kupang tersebut, tahun ini Barata Indonesia juga mendapatkan beberapa proyek di bidang minya dan. Di antaranya, Tanki LPG Pressurized Bima, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tegal yg sebentar lagi selesai pembangunannya serta TBBM Belawan.

Direktur LPSI Pertamina, Gandhi Sriwidodo, menambahkan, pembangunan LPG di Tenau Kuoang tersebut merupakan salah satu program untuk mendukung Program Konversi LPG di wilayah Indonesia Timur. Sehingga Indonesia wialayah timur juga bisa menikmati harga gas yang wajar. 

"Ini juga merupajan salah  satu upaya kami dalam meningkatkan ketahanan energi nasional," ujarnya. kbc9

Bagikan artikel ini: