Menteri Jonan resmikan lima proyek infrastruktur listrik di Sumatera

Senin, 1 April 2019 | 08:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan proyek infrastruktur kelistrikan di Sumatera.

Proyek-proyek tersebut sebagai berikut:

1.Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV Kota Barat-Gandus;

2.Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Kota Barat (1x60MVA)

3.Gardu Induk (GI) 150 kV Gandus (2x60MVA);

4.GI 150 kV Kenten (2x60MVA);

5.GI 150 kV Kayu Agung (1x60 MVA)

Selain itu, Gardu induk yang mendukung transmisi 275 KV akan selesai tahun 2019, sedangkan yang 500 KV paling lambat 2 tahun selesai. "Sehingga seluruh jaringan listrik di Sumatera akan menjadi satu, seperti di Jawa dan Bali," tegas Jonan.

Pemerintah berupaya terus memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dengan makin efisien dan harga yang terjangkau.

"Listrik adalah kebutuhan pokok masyrakat. Pembangunan infrastruktur kelistrikan di Sumsel ini, akan meningkatkan pasokan listrik wilayah dan menjaga kehandalan. Juga mendorong ekonomi setempat," tandas Menteri Jonan.

Penyediaan listrik menjadi lebih efisien dimana terdapat penurunan susut sebesar 0,73% atau setara 5.415.683 kWh. Sehingga terdapat penghematan energi mencapai Rp. 7,5 miliar.

Secara khusus infrastruktur tersebut akan meningkatkan keandalan listrik Kota Palembang dengan terbentuknya Sistem Ring Gardu Induk 150 kV Kota Palembang yang terkoneksi dengan sistem 70 kV. Sehingga akan menjadi salah satu sumber suplai utama pertumbuhan listrik Palembang.

Secara finasial beroperasinya GIS 150 kV Kota Barat, GI 150 kV Gandus, dan GI 150 kV Kenten yang lebih dekat pusat beban membuat biaya pokok produksi lebih kompetitif, memperbaiki susut dan mutu tegangan di kota Palembang.

Peningkatan pasokan tenaga listrik tak hanya pembangunan pembangkit listrik semata namun yang juga penting adalah infrastruktur jaringan transmisi dan gardu induk yang merupakan bagian dari Proyek 35.000 MW.

Tugas Pemerintah adalah memastikan kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi. Rasio elektrifikasi nasional yang akhir tahun 2018 sekitar 98,3% akan ditingkatkan menjadi 99,9% tahun 2019 ini. kbc9

Bagikan artikel ini: