LPS kembali tahan tingkat bunga penjaminan

Senin, 25 Maret 2019 | 23:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan Rupiah dan Valuta Asing (Valas) di Bank Umum dan Rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tidak berubah. 

“Tingkat suku bunga simpanan sudah sesuai dengan perkembangan suku bunga bank benchmark perbankan,” kata Plt. Sekretaris Lembaga Samsu Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/3/2019).

Adapun rincian Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku sebagai berikut. Pertama, simpanan rupiah di bank umum sebesar 7,00 %. Kedua, simpanan valas di bank umum sebesar 2,25%. Ketiga, simpanan rupiah di BPR sebesar 9,50%. 

Angka ini tetap dari periode sebelumnya, dan masih akan berlaku hingga 14 Mei 2019.

LPS melihat tren kenaikan suku bunga simpanan mulai melandai dan diduga sudah mencapai puncak kenaikan. Namun ke depannya, LPS tetap akan mengawasi faktor internal maupun eksternal yang memungkinkan berpengaruh terhadap tingkat suku bunga simpanan. 

Hal ini dilakukan demi kondisi stabilitas sistem keuangan, khususnya likuiditas perbankan.

Melihat keadaan ini, bank dihimbau untuk memperhatikan kondisi likuiditas dalam menjalankan usahanya. Salah satu caranya dengan lebih mencermati ketentuan Tingkat Bunga Penjaminan simpanan dalam rangka menghimpun dana. 

Penting untuk diberi perhatian sebab Tingkat Bunga Penjaminan simpanan menyangkut perlindungan terhadap dana nasabah dan perluasan cakupan penjaminan.

Nasabah berhak mengetahui Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang sedang berlaku. Oleh karenanya, Bank diharuskan memberitahukan kepada nasabah dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui.

Sebagai informasi, sesuai dengan ketentuan LPS apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah yang dimaksud menjadi tidak dijamin. kbc10

Bagikan artikel ini: