Pemkab Kediri tunggu restu pemerintah soal ground breaking bandara

Minggu, 24 Maret 2019 | 07:58 WIB ET

KEDIRI, kabarbisnis.com: Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menunggu pemerintah pusat terkait rencana peletakan batu pertama atau "groundbreaking" pembangunan bandara yang rencananya dibangun PT Gudang Garam Tbk.

"Ini tinggal menunggu pusat. Kalau kami sudah siap, kapan pun dilaksanakan," kata Wakil Bupati Kediri Masykuri di Kediri, Sabtu (23/3/2019).

Ia mengatakan terkait dengan administrasi surat menyurat rencana groundbreaking itu hingga kini belum diterima pemkab. Nantinya, jika surat sudah turun, pemkab juga siap untuk membantu.

"Ini belum turun, jika sudah nanti dari sana langsung ada perintah dan jika dilaksanakan kami siap. Artinya, kami siap diperintah kapanpun. Namun, (yang membangun) itu dari pusat," kata dia.

Terkait dengan pembebasan lahan, Masykuri mengatakan saat ini tinggal sekitar 5 persen atau di bawah 50 hektare. Secara keseluruhan untuk kebutuhan rencana pembangunan bandara tersebut, pembebasan tanah dinilai sudah mencukupi, tinggal groundbreaking yang rencananya dilakukan pada Maret 2019.

Rencana pembangunan bandara adalah program dari PT Gudang Garam, Tbk Kediri. Proyek ini sudah menjadi proyek strategis nasional dan rencananya akan menjadi bandara internasional. Rencana itu dilatarbelakangi bahwa Bandara Juanda Surabaya akan melebihi kapasitas pada 2020, sehingga harus dibangun untuk runway atau landas pacu ketiga. Namun, hal itu diduga sulit terealisasi, sebab terkendala dengan pembebasan lahan mengingat tanah perkotaan sehingga terbatas.

Bandara di Kabupaten Kediri nantinya akan dibangun dengan runway seluas 3.200 meter, sehingga pesawat berbadan lebar bisa mendarat. Dengan itu, diharapkan bandara ini bisa menjadi salah satu alternatif kargo, termasuk nantinya untuk memfasilitasi pemberangkatan jamaah umrah.

"Pemkab memfasilitasi karena ini murni dari CSR (Corporate Social Responsibility) Gudang Garam. Ini proyek strategis nasional, karena pada 2020 Bandara Juanda sudah overload sehingga harus membangun runway ketiga, tapi tampaknya tidak bisa. Makanya selain bandara ada tol dari Kertosono-Kediri, jadi pendekatan transportasi," ujarnya.

Masykuri menambahkan, untuk saat ini rencana tata ruang wilayah (RTRW) sudah dibahas bahkan sudah dikirim ke Provinsi Jatim. Nantinya dari Kabupaten Kediri tinggal menyesuaikan dengan Kota Kediri serta Kabupaten Nganjuk.

Disinggung terkait dengan anggaran untuk pembangunan runway, Masykuri mengatakan untuk runway yang membangun dari Pemkab Kediri. Nahkan pada 2019 ini sudah dianggarkan. Namun, untuk besaran anggaran dirinya tidak terlalu ingat.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan membangun Bandara di Kediri, Jawa Timur. Bandara itu akan memiliki luas sekitar 457 hektare. Untuk pembangunan, diperkirakan rentang nilai investasi untuk membangun bandara itu antara Rp1-10 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: