KPPU periksa produsen penyedap rasa terkait dugaan kartel garam

Rabu, 20 Maret 2019 | 16:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: KPPU menggelar Sidang Pemeriksaan Lanjutan Perkara KPPU Nomor 09/KPPU-I/2018 tentang Dugaan Pelanggaran UU No. 5 Tahun 1999 dalam Perdagangan Garam Industri Aneka Pangan di Indonesia (Selasa, 19 Maret 2019, bertempat di Kantor Perwakilan Daerah Surabaya.

Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Surabaya, Dendy R. Sutrisno menyampaikan bahwa dalam tiga hari ini, yaitu tanggal 19 hingga 21 Maret 2019, Majelis Komisi Pemeriksa Perkara KPPU Nomor 09/KPPU-I/2018 yang dipimpin oleh Ketua Majelis Komisi, Dinni Melanie, serta Anggota Majelis Komisi Guntur Saragih Saputra dan Yudi Hidayat dijadwalkan memeriksa enam saksi.

"Pemeriksaan kali ini akan dilakukan terhadap 4 Saksi dari Investigator dan 2 Saksi dari Terlapor," ungkap Dendy di Surabaya, Rabu (20/3/2019).

Hari pertama sidang pada Selasa, (19/3/2019), Majelis Komisi memeriksa dua Saksi yang diajukan oleh Investigator. M. Noor Rofiq, Investigator Utama dalam perkara a quo menjelaskan bahwa kedua Saksi dimaksud merupakan produsen penyedap rasa di Jawa Timur.

"Kami menilai perlu mendapatkan keterangan saksi dari produsen penyedap rasa untuk mengetahui bagaimana ketersediaan pasokan dan kondisi harga garam industri pada tahun 2015 dan 2016," jelas Rofiq.

Hal ini perlu didalami mengingat dalam perkara yang merupakan inisiatif KPPU ini, ada tujuh pelaku usaha yang diduga telah melakukan kartel dalam bentuk pengaturan pemasaran garam industri aneka pangan di Indonesia tahun 2015 dan 2016 yang mengakibatkan kelangkaan pasokan dan diikuti kenaikan harga.

Ke tujuh pelaku usaha tersebut adalah PT Garindo Sejahtera Abadi, PT Susanti Megah, PT Niaga Garam Cemerlang, PT Unichem Candi Indonesia, PT Cheetham Garam Indonesia, PT Budiono Madura Bangun Persada dan PT Sumatraco Langgeng Makmur.kbc6

Bagikan artikel ini: