PUPR siap bangun rusunawa bersubsidi buat kaum milenial

Sabtu, 9 Maret 2019 | 18:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera menyiapkan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) khusus untuk generasi milenial. Hal ini dilakukan mengingat jumlah milenial sudah terlalu banyak mencapai 80 juta orang, tapi mereka belum juga memiliki tempat tinggal.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, rusunawa cocok untuk kaum milenial karena konsepnya lebih fleksibel dan murah dibanding rumah. Selain itu, akses menuju transportasi umum juga lebih mudah dan memungkinkan untuk tinggal di pusat kota. 

"Kaum milenial yang pemula, misalnya lima tahun baru lulus kuliah itu kan memang belum memiliki hasrat untuk bangun rumah, tapi ingin tinggal yang aksesnya dekat dengan kegiatan sehari-hari, jadi rusunawa cocok," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/3/2019). 

Apalagi, pemerintah juga tengah menggodok skema subsidi yang akan diberikan untuk milenial. Ia mencontohkan jika pemerintah bisa memberikan subsidi sebesar Rp300 ribu dengan harga sewa rusunawa Rp1 juta per bulan, maka milenial hanya perlu membayar Rp700 ribu. 

"Itu contoh ya. Pemetaan sudah ada. Konsep sudah dibuatkan. Nanti kami bicarakan terus konsep yang pas untuk milenial dengan pemangku kepentingan lain. Saat ini, belum ada keputusan," papar Khalawi. 

Selain itu, Kementerian PUPR juga akan mengelompokkan milenial dalam pemberian subsidi. Misalnya, untuk milenial pemula akan diarahkan untuk menyewa rusunawa terlebih dahulu. Kemudian, jika milenial itu dinilai sudah lebih mapan, maka ditawarkan membeli rumah tapak atau apartemen. 

"Kalau milenial berkembang mungkin bisa pakai subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Intinya, kami pikirkan untuk milenial," terang dia. 

Penyediaan rumah untuk milenial, sambung Khalawi, juga diterapkan di Singapura sejak lama. Kaum milenial diberikan subsidi untuk menyewa rumah susun untuk jangka waktu 10 tahun. 

Khalawi menambahkan saat ini pemerintah juga fokus menyelesaikan skema subsidi untuk aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri terlebih dahulu. Namun, prosesnya akan berlangsung paralel dengan subsidi milenial agar seluruhnya bisa direalisasikan dalam waktu dekat. kbc10

Bagikan artikel ini: