5.088 Rumah tangga di Probolinggo mulai nikmati gas bumi

Selasa, 5 Maret 2019 | 19:10 WIB ET

PROBOLINGGO, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus melakukan perluasan pembangunan jaringan gas bumi di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur, selain Surabaya, Mojokerto, Pasuruan dan Sidoarjo, pada tahun 2018  pemerintah menugaskan PT PGN Tbk. membangun 5.088 jaringan gas bumi Rumah Tangga di kota Pasuruan dan saat ini sudah mulai dilakukan “gas in”. Dana yang dialokasikan untuk pembangunan jargas Probolinggo ini mencapai Rp 46 miliar yang diambil dari APBN tahun anggaran 2018.

“Untuk pertama kalinya, masyarakat Probolinggo dapat menikmati gas bumi di rumahnya. Saat ini pembangunan jaringan sudah selesai dan yang teraliri gas sudah mencapai 40 persen. Sisanya kami targetkan selesai maksimal tiga bulan kedepan,” ujar Direktur Komersial PT PGN Tbk.Danny Praditya usai peresmian Jargas Kota Probolinggo, Selasa (5/3/2019).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Investasi dan Pengembangan Infrastruktur Migas, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Adhi Wibowo, Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. 

Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala SKK Migas Sukandar mengatakan bahwa program pembangunan jargas ini merupakan salah satu program yang mendukung diversifikasi energi dan dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi gas bumi melalui pipa bagi sektor rumah tangga. Dengan menggunakan dana APBN, pengoperasian dan pengembangan jargas ditugaskan kepada BUMN. Untuk jargas Probolinggo, pengoperasiannya dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. 

Jargas Probolinggo dibangun di 4 kelurahan yaitu Kelurahan Wiroborang, Jati, Mangunharjo serta Mayangan. Pasokan gasnya berasal dari PT. Husky CNOOC Madura Limited (HCML) dengan jumlah volume alokasi gas sebesar 0,2 mmscfd dimana pengaliran gas oleh HCML diperintahkan oleh SKK Migas.

“Pemerintah mengutamakan alokasi jargas untuk masyarakat dalam menyediakan bahan bakar untuk rumah tangga dan usaha kecil di mana alokasi gas domestik pada 2018 mencapai 61 persen,” ujar Sukandar. 

Sebagai langkah pendorong dan memasyarakatkan pemanfaatan gas bumi untuk sektor rumah tangga, lanjut Sukandar, Pemerintah juga mendukung konversi dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa. Pemanfaatan gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga, mendatangkan manfaat ekonomi cukup besar yaitu sekitar Rp 5 ribu per kilogram.  

Keuntungan lain menggunakan gas bumi adalah mengurangi emisi gas buang yang akan membuat penurunan tingkat pencemaran lingkungan secara signifikan. Gas bumi juga aman karena  karena tekanan jargas lebih rendah dari tekanan LPG. Artinya, apabila ada kebocoran, gas langsung naik ke atas ke udara bebas. 

“Pakai gas bumi juga tidak repot karena tersedia 24 jam. Ibu-ibu  tidak perlu takut kehabisan bahan bakar jika sedang memasak,” ujar Sukandar. 

Lantaran jargas dibangun dengan dana APBN, Pemerintah mengharapkan agar Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Probolinggo ikut mengamankan serta memelihara infrastruktur  jargas ini. 

Dengan menggunakan dana APBN, hingga akhir tahun 2018 telah dilaksanakan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 325.773 SR di 16 Provinsi, 40 Kabupaten/Kota. Sementara untuk tahun 2019, rencananya jargas akan dibangun 78.216 SR di 18 lokasi.

Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengungkapkan kegembiraannya dan berterimakasih atas pembangunan jargas rumah tangga di kota Probolinggo. Karena program ini sangat membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. 

“Masyarakat Probolinggo sangat antusias. Bahkan daftar tunggu sekarang mencapai 800 rumah tangga. Untuk itu, kami telah mengirimkan surat kepada Kementerian ESDM agar kembali mengalokasikan pembangunan 10 ribu jargas di Probolinggo tahun 2020. Ini untuk Kecamatan Kademangan, Kanigaran,  Kedopok dan kecamatan wonoasih serta untuk satu kelurahan di kecamatan Mayangan yang belum tersentuh. Karena pasokannya juga masih tersedia,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: