Semangat karang taruna gagas Desa Wisata Papungan

Senin, 4 Maret 2019 | 20:38 WIB ET

BLITAR, kabarbisnis.com: Keberadaan anak muda sangat dibutuhkan dalam pengembangan sebuah wilayah, termasuk desa.

Hal ini juga yang terlihat pada rangkaian kegiatan hari Ulang Tahun ke-2 Karang Taruna Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, salah satunya digelarnya bedah buku dan diskusi publik yang bertajuk 'Desa Wisata Benteng NKRI', yang bertempat di balai desa setempat, Sabtu (2/3/2019).

Ketua Karang Taruna Desa Papungan, Saiful Romadlon menyatakan, kegiatan yang diadakannya tersebut diharapkan dapat menghasilkan konsepsi serta adanya implementasi nyata ke depan.

Dalam acara ini juga menghadirkan narasumber dari Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi), Andi Yuwono, eKtua Sedulur UKM Blitar Raya Abdul Azis, serta Kepala Desa Papungan Fakhtur Rohman

Andi Yuwono menuurkan, pihaknya mendukung gagasan pemuda desa Papungan, karena merupakan langkah nyata pemuda desa berperan aktif dalam kegiatan desa.

"Desa Papungan kedepannya harus bisa memenuhi standar 4A daerah wisata. Yakni aksesibilitas, dimana akses jalan menuju lokasi wisata. Juga amenitas, yakni daya dukung insfrastruktur, ikon, historis daerah tersebut. Atraksi, yakni kegiatan yang dilakukan saat wisatawan datang, dan yang terakhir ansilitas, yakni sumber daya manusia yang menjalankan," terang Andi Yuwono.

Sementara Abdul Azis menjelaskan, potensi yang sudah ada seperti adanya makam Mbah Moedjaer bisa menjadikan spirit, dan kedepannya mungkin Desa Papungan bisa menjadi tempat wisata edukasi pengembangan peternakan ikan mujair serta dikolaborasikan dengan pusat energi terbarukan di Blitar.

"Sehingga para pelajar di wilayah Blitar dan sekitarnya tidak usah jauh-jauh jika ingin study tour dan selesai berkegiatan bisa membawa pulang opak gambir khas Blitar yang selama ini dikenal sebagai produk khas Desa Papungan," ulas Abdul Azis.

Dalam kesempatan ini juga Andi Yuwono menjelaskan, konsepsi penta tourisme yang menentukan sukses tidaknya sebuah desa wisata.

"Akademisi, untuk melakukan studi awal potensi dan keadaan lokasi, pemerintah, bisnis atau pihak swasta yang berinvestasi, komunitas seperti karang taruna dan juga peran media untuk mengenalkan secara luas wisata di Desa Papungan," ujarnya.

Asidewi, lanjut dia, akan terus berkomitmen untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Indonesia. kbc8

Bagikan artikel ini: