Tune Protect, ABI dan Asita Jatim kolaborasi tawarkan asuransi perjalanan wisata

Selasa, 26 Februari 2019 | 07:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tune Protect Group (TPG), sebuah perusahaan induk di sektor jasa keuangan yang berbasis di Malaysia bersama dengan PT Asuransi Buana Independent (ABI) dan Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia di wilayah Jawa Timur menandatangani Nota Kesepakatan (MoA/Memorandum of Agreement) hari ini.

Melalui MoA ini, TPG menjadi penyedia perlindungan perjalanan digital eksklusif untuk ASITA Jawa Timur, di mana ini adalah pertama kalinya TPG menyediakan perlindungan perjalanan gaya hidup bagi Indonesia. 

Chief Executive Officer (CEO) Tune Protect Group, Khoo Ai Lin mengatakan, dengan kerja sama tersebut, agen perjalanan yang tergabung dalam ASITA Jawa Timur akan dapat menjual perlindungan perjalanan ABI melalui portal online yang didukung oleh TPG. 

"Agen perjalanan akan diberikan tautan situs web yang disebut ‘AyoBerasuransi’, yang merupakan sebuah portal Business-to-Business (B2B) di mana mereka akan dapat membeli rencana perlindungan perjalanan untuk pelanggan mereka," kata Khoo Ai Lin, usai penandatanganan MoA di Surabaya, Senin (25/2/2019).

Menurutnya, pasar Indonesia sangat potensial, mengingat jumlah penduduk yang besar dan banyak diantaranya yang suka bepergian untuk berwisata.

Datta yang dimilikinya menyebut, sepanjang 2018 lalu, jumlah turis asal Indonesia yang ke luar negeri mencapai 18 juta orang. Hal itulah yang dibidik TPG untuk menggaet pasar di Indonesia.

Apalagi Khoo Ai Lin mengklaim, bila pihaknya sebagai penyedia asuransi perjalanan digital, ingin turut meningkatkan penetrasi asuransi perjalanan di Indonesia.

Di mana, asuransi perjalanan memberikan perlindungan yang menyesuaikan dengan gaya hidup masyarakat Indonesia.

"Karena yang kami tawarkan adalah teknologi. Di Malaysia, kami leading sebagai penyedia asuransi perjalanan digital. Saat ini, meski belum seratus persen masyarakat Malaysia memakai asuransi perjalanan, tapi 2-3 tahun terakhir tumbuh signifikan dengan adanya digitalisasi. Hasil yang luar biasa itu, makanya kami berani ekspansi,'' ungkap Khoo Ai Lin.

Dipaparkannya, rencana perlindungan yang ditawarkan memiliki 27 manfaat hingga 100.000 dolar AS untuk perjalanan internasional dan 9 manfaat hingga Rp 125 juta untuk perjalanan domestik. Dengan 2 paket berbeda untuk dipilih, yaitu Platinum dan Gold, pelanggan dapat memilih perlindungan pilihan mereka berdasarkan kebutuhan perjalanan dan tujuan perjalanan mereka. Pelanggan disarankan untuk berbicara dengan agen perjalanan mereka untuk memahami tingkat pertanggungan sebelum memutuskan rencana yang sesuai untuk perjalanan mereka.

Paket-paket di situs web ‘AyoBerasuransi’ menawarkan kepada wisatawan pilihan untuk menambahkan pertanggungan keterlambatan penerbangan di mana mereka akan berhak atas pembayaran instan jika penerbangan mereka tertunda 2 jam atau lebih.

"Ketika penerbangan tertunda, wisatawan akan menerima pesan di ponsel mereka yang meminta detail rekening bank mereka. Uang akan segera dikirimkan ke akun mereka sehingga mereka dapat menikmati fasilitas bandara sambil menunggu untuk naik ke pesawat dengan menggunakan uang tunai instan yang mereka terima," ujar Khoo Ai Lin.

Presiden Direktur PT Asuransi Buana Independent, I Made Marka menuturkan, dengan pengalaman lebih dari 60 tahun di pasar asuransi di Indonesia dan jaringan 21 cabang dan kantor pemasaran di seluruh negeri, pihaknya siap mengambil peran dalam menawarkan para wisatawan dengan produk-produk perlindungan on-demand yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup mereka.

Dengan kerja sama ini, pada tahun pertama ABI menargetkan perolehan premi dari produk asuransi perjalanan tersebut sekitar Rp 5 miliar - Rp 6 miliar.

''Potensi asuransi perjalanan di Indonesia cukup menjanjikan. Pemerintah juga gencar mengembangkan sektor pariwisata, karena dapat dikatakan sebagai industri terbarukan yang tidak akan pernah habis,'' jelas Made.

Ketua Asita Jatim, Arifudinsyah menambahkan, potensi wisatawan domestik yang besar terlihat dari tingginya minat berwisata ke Jatim.

Disebutkan, arus wisatawan domestik untuk wisata religi Wali Songo bisa mencapai 45 juta wisatawan.

Selain itu, potensi outbound juga tidak kalah besar. Apalagi sekarang harga tiket keluar negeri relatif murah dibandingkan domestik.

''Kerjasama ini bagaimana kualitas pariwisata bisa ditingkatkan dengan adanya dukungan terhadap turis, sehingga bisa lebih aman dan nyaman ketika bepergian,'' ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: