Listrik RI berpotensi tambah 234 MW dari 16.000 ton sampah/hari

Senin, 25 Februari 2019 | 16:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat listrik Indonesia akan bertambah 234 Mega Watt‎ (MW) dari 16.000 ton sampah per hari. Listrik dari sampah ini akan diolah oleh 12 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan‎ pembangunan 12 PLTSa akan dilakukan dalam empat tahun terhitung sejak 2019 hingga 2022 mendatang. Pembangkit tersebut akan beroperasi di 12 wilayah di Indonesia dengan waktu operasional yang berbeda-beda.

Sesuai rencana, 12 pembangkit tersebut akan mampu menghasilkan listrik hingga 234 Megawatt (MW) dari sekitar 16 ribu ton sampah per hari."Total seluruh rencana pembangkit ini setidaknya bisa mengolah sampah per hari sekitar 16.000 ton, ini cukup besar untuk kemudian menjadi listrik yang akan dibeli PLN," kata Arcandra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Menurutnya Surabaya merupakan kota pertama yang akan mengoperasikan pembangkit listrik dari sampah tersebut. PLTSa Surabaya dengan kapasitas 10 MW akan mengoperasikan pembangkit listik berbasis biomassa tersebut pada 2019, dari volume sampah sebesar 1.500 ton per hari."Investasi yang dikucurkan sekitar USD 49,86 juta," tutur Arcandra.

Lokasi pembangkit dari sampah kedua di tahun yang sama berada di Bekasi. PLTSa tersebut punya investasi USD 120 juta dengan daya 9 MW. Meski demikian, PLTSa tersebut masih menunggu persetujuan studi kelayakan dari PT PLN (Persero) sehingga ada kemungkinan beroperasi pada 2021.kbc11

Bagikan artikel ini: